Sindikat Sabu Sistem Isap di Tempat Omzet Rp50 Juta Sehari Dibongkar Polsek Asemrowo Surabaya

INews.id, · Kamis 25 Februari 2021 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 340 2367969 sindikat-sabu-sistem-isap-di-tempat-omzet-rp50-juta-sehari-dibongkar-polsek-asemrowo-surabaya-aqflXC3yY8.jpg Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)

SURABAYA - Sindikat jual beli sabu dengan sistem isap di tempat, berhasil dibongkar petugas Polsek Asemrowo Kota Surabaya.

Jual beli sabu gaya baru ini, pelaku menyediakan tempat, lengkap dengan sabu dan peralatannya, persis seperti transaksi di warung.

Dua pelaku diamankan dalam sindikat ini. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti 198 poket sabu, ratusan korek api, puluhan alat isap serta uang tunai Rp13,7 juta hasil transaksi.

Dua pelaku yang diamankan yakni Muhammad Nasir (33) dan Busiri (44), keduanya warga Jalan Sidorame, GG IV, Kota Surabaya. Keduanya dibekuk karena menjadi pengedar, sekaligus menyiapkan warung sabu untuk para pelanggan.

Baca Juga: 3 Orang Sindikat Pengedar Narkoba Antar Provinsi Ditangkap

Kapolsek Asemrowo Kompol Hary Kurniawan mengatakan, sindikat warung sabu ini terbongkar setelah petugas unit reskrim Polsek Asemrowo melakukan pengintian sebuah gubuk di Jalan Sidorame Surabaya. "Petugas melakukan undercover dengan cara menyamar sebagai pembeli. Setelah itu melakukan penggerebekan," katanya, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga: Bareskrim Polri Ungkap Sindikat Ekstasi Jaringan Internasional, 1 Pelaku Mantan Polisi

Hary mengatakan, warung sabu yang dikendalikan kedua pelaku tersebut sudah berlangsung sejak enam bulan lalu dengan sistem hisap di tempat. Layaknya warung, para pelaku tersebut juga menyediakan fasilitas yang memudahkan para pelanggannya menghisap sabu, seperti menyediakan gubuk-gubuk kecil.

"Jadi pembeli datang dan mengisap sabu di tempat itu. Istilah mereka 'andok' (makan di tempat)," katanya.

Hary memastikan, bisnis jual beli sabu dengan sistem isap di tempat punya jaringan cukup besar. Pasalnya omzet bisnis narkoba dengan sistem isap di tempat ini cukup besar, mencapai Rp50 juta per hari.

Karena itu, pihaknya akan terus melakukan pengembangan dengan memburu para pemasok. "Pengakuan tersangka sabu ini dikirim dari Madura. Kami masih buru mereka. Mudah-mudahan segera tertangkap," katanya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini