Kembangkan Sektor Parekraf di Indonesia Timur, Sandiaga Uno Dukung Penuh Pembangunan Politeknik Pariwisata Papua

Vitrianda Hilba Siregar, · Jum'at 26 Februari 2021 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 65 2368975 kembangkan-sektor-parekraf-di-indonesia-timur-sandiaga-uno-dukung-penuh-pembangunan-politeknik-pariwisata-papua-j62UeTOFdi.jpg Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Menparekraf)

BALI - Pemulihan sekaligus pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) nasional terus dikebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia,  Sandiaga Salahuddin Uno.

Termasuk pengembangan parekraf di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Papua. Merealisasi visi dan misi tersebut, Kemenparekraf lewat Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali menggandeng Pemerintah Provinsi Papua untuk membangun Poltekpar di Papua.

Mengawali kerjasama, penandatanganan nota kesepahaman pun dilakukan antara Direktur Utama Poltekpar Bali, Ida Bagus Putu Puja dan Kepala Dinas Pariwisata dan ekonomi Kreatif Papua, Yimin Weya di Poltekpar Bali, Badung, Bali pada Jumat (26/2/2021).

Baca Juga: Menparekraf: Program Padat Karya di Bali Ciptakan Lapangan Pekerjaan Seluas-luasnya

Dalam sambutannya, Sandiaga Uno mengungkapkan kebahagiaannya.

Menurutnya, penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan langkah awal dalam pemulihan sekaligus pengembangan sektor parekraf di Papua.

Sebab, pembangunan Poltekpar Papua diyakininya dapat secara langsung meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang parekraf di Papua. 

"Hari ini saya menyaksikan penandatanganan MOU antara Poltekpar Bali dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua untuk menjalin peningkatan SDM dan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkap Sandiaga Uno pada Jumat (26/2/2021).

Baca Juga: Sandiaga Uno Sampaikan kabar Gembira, Menurunnya Kasus Covid-19 hingga Kesiapan Free Covid Corridor di Bali

"Ini merupakan wujud tindak lanjut dari gerak cepat kita untuk memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif dan rencana pendirian Politeknik Pariwisata Papua," tambahnya.

Tidak hanya itu, pembangunan katanya sejalan dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan KH Maruf Amin.

Keduanya diungkapkan Sandiaga Uno menginginkan agar potensi pariwisata di Tanah Papua dapat diangkat dan dikembangkan.

Sehingga tidak hanya mendunia, tetapi secara langsung membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja, khususnya bidang parekraf di Papua.  

"Ini juga menindaklanjuti arahan dari Bapak Presiden dan Wakil Presiden untuk mengangkat Potensi yang luar biasa dan produk-produk ekonomi kreatif di Papua," ungkap Sandiaga Uno.

"Hari ini langsung ditindaklanjuti oleh Pak Puja untuk kerjasamanya, mudah-mudahan ini bisa terwujud, membuka lapangan kerja seluas-luasnya di Provinsi Papua, mengangkat potensi pariwisata dan memulihkan ekonomi kreatif," tambahnya.

Serupa dengan Sandiaga Uno, Kepala Dinas Pariwisata dan ekonomi Kreatif Papua, Yimin Weya mengucapkan terima kasih atas terjalinnya kerjasama.

Karena dipaparkannya, wilayah Papua yang terbentang lebih dari 6.000 kilometer persegi dan terbagi menjadi 29 Kabupaten/ Kota menyimpan potensi pariwisata yang sangat besar.

Namun, besarnya potensi pariwisata tersebut katanya tidak sebanding dengan jumlah SDM parekraf yang tersedia di Papua.

"Hari ini kami mengucap syukur kepada Tuhan, karena kami ada di sini dan mempertemukan dengan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, dan kesepakatan dengan kami bahwa beliau sudah menyaksikan penandatanganan kerjasama untuk membuka SDM di Papua," ungkap Yimin Weya.

"Kami menyampaikan juga kepada bapak-bapak, dosen-dosen yang ada di sini sudah terbitkan mahasiswa-mahasiswi yang sudah membangun di Papua," tambahnya.

Yimin Weya pun menyampaikan pihaknya sangat membutuhkan uluran tangan dari semua pihak untuk membangun Tanah Papua.

Sebab, lanjutnya, Tanah Papua belum menerima bantuan, khususnya sektor parekraf sejak lama. 

Putra asli Papua itu pun menyampaikan terima kasihnya kepada Sandiaga Uno yang disebutnya sebagai 'Menteri Luar Biasa'.

"Pak Menteri hari ini luar biasa, karena dari menteri ke menteri tidak pernah memberikan bantuan SDM kepada kami di Papua." ungkap Yimin Weya.

"Hari ini Bapak Menteri luar biasa sekali untuk memperhatikan Indonesia Timur, khususnya di Provinsi Papua dan Papua Barat. Karena ini provinsi yang terluar maka mereka akan pergi kuliah di sana (Politekpar Papua), maka ini khusus semua Provinsi Papua yang sudah dijawab hari ini untuk kita sudah kerja sama," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini