Gubernur Jateng: Sampai Hari Ini Tidak Ada Lagi Zona Merah Covid-19

Agregasi Harian Jogja, · Rabu 03 Maret 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 512 2371577 gubernur-jateng-sampai-hari-ini-tidak-ada-lagi-zona-merah-covid-19-xdtDWil0hy.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto : Okezone.com)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengklaim wilayahnya tidak ada lagi zona merah alias risiko tinggi penularan Covid-19. Sedangkan Satgas Penanganan Covid-19 nasional mengumumkan ada enam zona merah di Jateng.

Klaim Jateng bebas zona merah Covid-19 juga terjadi dua pekan sebelumnya. Namun, Satgas Covid-19 tetap mempublikasikan beberapa kabupaten/kota zona risiko tinggi Covid-19.

Ganjar Pranowo menyebutkan grafik kasus aktif di 35 Kabupaten/Kota di Jateng terus mengalami penurunan. "Kalau dilihat dari sisi epidemiologi, zona risiko tinggi pada 7 Februari ada 5 Kabupaten di Jateng. Tapi pada minggu setelahnya sampai hari ini tidak ada satu pun zona merah di 35 Kabupaten/Kota," kata Ganjar, Selasa 2 Maret 2021.

Tak hanya itu, jumlah zona merah di Kecamatan dan kelurahan yang ada di Jawa Tengah juga terus menurun. Dari data yang ada, awalnya terdapat 25 kecamatan masuk zona merah pada 7 Februari. Namun, pada 14 Februari turun jadi 10 kecamatan dan pada 21 Februari hanya 4 kecamatan masuk zona merah.

"Begitu juga di desa, pada 7 Februari ada 158 desa masuk zona merah, turun jadi 98 pada 14 Februari dan turun lagi jadi 30 pada 21 Februari. Artinya apa, saya melihat kondisi ini bagus, dan PPKM mikro berjalan dengan baik," terang Ganjar.

Baca Juga : Gus Mus Beserta Tokoh Agama Lansia Sudah Divaksin Covid-19

Selain itu, angka kasus harian juga terus mengalami penurunan. Per hari ini, jumlah kasus baru harian tertinggi di Banyumas sebanyak 52, Jepara 26, Klaten 23, Boyolali 22 dan Kota Semarang 17 kasus.

"Bahkan di daerah lain seperti Wonogiri, Rembang, Kota Tegal, Salatiga dan Cilacap tidak ada penambahan kasus," jelas Ganjar.

Artinya, lanjut dia, semua mengalami penurunan cukup signifikan. Untuk kasus aktif juga terus menurun, tertinggi di Kota Semarang 508, diikuti Banyumas 466, dan Cilacap 326 kasus.

"Tempat isolasi juga sepi, di Donohudan saja sekarang hanya terisi 22 orang. Artinya selama satu tahun evaluasi kami, semuanya menunjukkan penurunan bagus sambil kami genjot upaya vaksinasi dan minta semua Kabupaten/Kota mengawal agar semuanya lancar," ucap Ganjar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini