Bule Buka Kelas Orgasme di Bali Berbiaya Rp8 Juta, Bisnis Esek-Esek Zaman Now?

INews.id, · Kamis 04 Maret 2021 23:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 244 2372578 bule-buka-kelas-orgasme-di-bali-berbiaya-rp8-juta-bisnis-esek-esek-zaman-now-2b2ULnf3xz.jpg Foto: Tangkapan layar medsos.

BALI - Bali kembali dihebohkan aksi tak pantas oknum warga negara asing (WNA). Sebelumnya heboh bule melompat ke laut dengan sepeda motor dan pose telanjang di atas gajah. Kali ini tak kalah heboh, ada yang membuka kelas orgasme.

Acara berlabel "Tantric Full Body Energy Orgasm Retreat" ini digelar di Ubud pada Sabtu (6/3/2021) hingga Selasa (9/3/2021). Setiap peserta dikenakan biaya USD600 atau setara Rp8 juta.

Kabar ini membuat geram warga Bali, termasuk Niluh Djelantik. Desainer sepatu itu selama ini memang kritis menyikapi berbagai masalah di Bali, termasuk tingkah laku oknum-oknum bule yang dinilai merusak citra Pulau Dewata.

Baca juga: Ditangkap di Bali, 2 Buronan Rusia Segera Dideportasi

Niluh mengatakan, kelas orgasme itu dibuka seorang bule bernama Andrew Barnes. Dia pun mempertanyakan kelas orgasme yang dinilai sama saja dengan bisnis esek-esek.

"Kelas orgasme. Bisnis esek esek zaman now?," tulis Niluh dalam akun Instagram-nya, dikutip Kamis (4/3/2021). 

Menurut Niluh, dia mendapat informasi acara digelar di Ubud tanggal 6 Maret nanti. "Biaya $600 alias 8 juta buat belajar orgasme," katanya. 

Baca juga: Berjuang Jadi WNI, 2 WNA Serius Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Yang membuat kaget, kelas itu diselenggarakan Andrew Barnes, seorang guru tantra. Niluh juga mem-posting berita dari media luar yang menyebutkan, sejumlah perempuan menuduh laki-laki itu telah melakukan pelecehan seksual, penyerangan secara seksual dan pemerkosaan.

"Tampang gurunya ada di slide terakhir. Pas lihat profilnya. Ya ampyun. Bapak Imigrasi please cek izin tinggalnya orang ini, kuanterin," tulis Niluh Djelantik.

Dari penelusuran, salah satu media luar, gurumag menuliskan tentang kesaksian sejumlah perempuan yang mengaku jadi korban guru tantra itu.

Salah satu korban Larissa Grey, dikutip dari situs gurumag menyebutkan, dia bertemu guru tantra itu di konferensi ISTA Eropa pada 2010. Perempuan yang saat itu berprofesi sebagai terapis pijat tantra ditawari sesi gratis di kamarnya saat makan siang. Belakangan, dia mengklaim telah diperkosa selama sesi tersebut. 

Selain Larissa, ada sejumlah perempuan yang mengaku mendapat pelecehan seksual dari laki-laki itu.

Postingan Niluh Djelantik ini pun ikut membuat geram netizen. 

"Ngilu.... Kenapa sih ,Bali diobok-obok beginian," kata handajanijeni.

"Kok bisa masuk dan aman2 aja di Bali sih manusia2 begituuuuuu ," kata stephlensang.

"Duuuuh Gustiiiiiiii.... Ampuuun. Sampai segitunya cari uang. Ada yg ikut ya," kata elsanonie. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini