Listrik Padam 4 Kali saat Prarekonstruksi Pembunuhan Bos Toko Kelontong di Blitar

Solichan Arif, Koran SI · Kamis 04 Maret 2021 06:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 340 2371943 listrik-padam-4-kali-saat-prarekonstruksi-pembunuhan-bos-toko-kelontong-di-blitar-lg5AKgjXy0.jpg Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)

BLITAR - Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) untuk menyaksikan berlangsungnya prarekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Bisri Efendi (71) pemilik Toko Kelontong di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Sebanyak 27 adegan ditunjukkan dalam prarekonstruksi. Dwi Kusuma Yuda (21) warga setempat telah ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi pencurian disertai kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Pantauan di lokasi, meski hujan mengguyur deras, Petugas bahkan sampai menutup jalan sementara. 

Baca Juga: Mantan Anak Buah Pernah Diperintah John Kei untuk Membunuh Nus Kei

"Ada 27 adegan yang diperagakan," ujar Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, Rabu (3/3/2021) malam.

Menurutnya, Polres Blitar menggelar prarekonstruksi di lokasi kejadian sejak pukul 17.30 WIB. Pelaku yang pada siang tadi masih berstatus sebagai saksi telah ditetapkan tersangka malam ini.

"Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Leonard.

Baca Juga: Ditagih Lantaran Nunggak 3 Bulan, Wanita Ini Bunuh Ibu Kosnya

Menurutnya, Yuda diringkus dalam rumahnya Rabu (3/3/2021) dini hari.  Dalam prarekonstruksi yang bersangkutan mengenakan baju tahanan oranye bernomor 41. 

Kedua tangan pemuda berperawakan jangkung tersebut tampak diborgol. Kepalanya terpasang penutup muka. Saat petugas membuka penutup muka, warga sontak menyorakinya.

"Nah gitu, biar kelihatan mukanya," teriak warga yang tidak beranjak dari lokasi meski hujan mengguyur. 

Proses rekonstruksi berlangsung cukup lama. Sudah berjalan lebih dari satu jam, petugas terlihat bolak-balik membawa tersangka dari belakang ke depan dan sebaliknya. Terutama di ruang belakang yang berdekatan dengan kamar korban dan sumur. Adegan berlangsung lebih lama. 

Di dekat sumur tersebut, Yuda menghabisi korban dengan kayu gagang cangkul. Korban dipukul berulang kali hingga tewas. Saat ditemukan pada 27 Februari, jasad Bisri meringkuk di atas lantai dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kedua tangan dan kakinya terikat. Kepala korban disekap dengan sarung.

Di dekat kepala menggenang darah berasal dari tengkorak kepala yang pecah serta luka pada bagian tubuh lain, termasuk leher. Alat bukti untuk menghabisi korban ditemukan di lokasi kejadian.

"Korban dipukul berkali-kali hingga tewas," kata Kapolres.

Aksi kekerasan yang mengakibatkan korban tewas berlangsung pada pukul 02.00 WIB. Yuda masuk toko kelontong korban pada pukul 17.00 WIB. Dia menyelinap dengan berpura-pura sebagai pembeli.

Tersangka diketahui baru lima tahun tinggal di Desa Jatinom. Dia memanfaatkan situasi toko yang saat itu ramai pembeli. Sebelum menyerang korban, dia bersembunyi beberapa jam di dalam toko.

"Pelaku mengenal toko korban. Dia sempat menutup CCTV yang ada dalam toko," katanya.

Diduga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya emosi warga, dalam beberapa adegan, yakni terutama di bagian depan, petugas merapatkan pintu toko. 

Dari celah sempit pintu harmonika tampak adegan tersangka Yuda mengangkat gagang cangkul lalu kemudian meletakkan di dekatnya. Dia memperagakan adegan membuka laci toko tempat korban menyimpan uang. Dari laci tersebut, tersangka mengambil uang Rp1,5 juta. Kemudian di kamar korban, dia mendapat uang Rp250.000.

Informasinya, uang dari korban tersebut hendak digunakannya untuk membayar cicilan motor. "Soal benda atau besar uang yang diambil pelaku kami masih melakukan pengembangan," kata Leonard.

Tepat pukul 19.11 Wib atau sekitar satu jam setengah, reka ulang adegan belum juga selesai. Dalam kondisi pintu tertutup, tiba-tiba listrik di dalam toko, yakni termasuk di bagian teras padam.

Ratusan warga yang bertahan di lokasi sontak gaduh. Listrik kemudian nyala kembali. Namun tidak berlangsung lama padam lagi. Situasi listrik padam berlangsung empat kali. Ternyata itu bagian dari reka ulang yang diperagakan pelaku.

Tersangka sempat mematikan saklar listrik di dalam toko yang itu membuat korban terbangun dari tidurnya. Pada saat terjaga dan keluar kamar itulah dia menghabisi korban.

"Listrik padam tersebut bagian dari adegan," kata Leonard.

Menurutnya, polisi masih akan mengembangkan penyelidikan terkait dugaan adanya pelaku lain. "Kita masih akan melakukan pengembangan," ujar Kapolres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini