Kisah Inspiratif, Wahyu Nugroho: Pelajar SMK Buka Tambal Ban Online tanpa Mematok Tarif, Siap Bantu Kapan Saja

Agregasi Solopos, · Sabtu 06 Maret 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 340 2373445 kisah-inspiratif-wahyu-nugroho-pelajar-smk-buka-tambal-ban-online-tanpa-mematok-tarif-siap-bantu-kapan-saja-8GT0aevT9e.jpg Pelajar SMK di Karanganyar membuka usaha tambal ban.(Foto:tangkapan layar)

SOLO - Memanfaatkan masa pembelajaran online, pelajar kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo bernama Wahyu Nugroho (20) empat bulan terakhir ini membuka usaha tambal ban panggilan untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Warga Wonoharjo, Gondangrejo, Karanganyar, ini memanfaatkan perkembangan teknologi untuk merintis jasa tambal ban online. Wahyu juga melayani panggilan dari orang yang membutuhkan tambal ban.

Untuk itu ia memasang tulisan "Jasa Tambal Ban Panggilan" lengkap dengan nomor Whatsapp-nya yakni 085713086260.

Baca Juga: Kisah Andika Ramadhan, Tukang Packing Produk yang Jadi CEO Perusahaan

“Bisa menambal ban di rumah atau panggilan. Tetapi lebih sering dipanggil lewat Whatsapp. Sehari bisa tiga kali ke Solo, biasanya Jl Slamet Riyadi. Daerah Gondangrejo malah jarang,” papar Wahyu.

Baca Juga: Inspiratif, Dokter Cantik Ini Rutin Bagikan Ilmu Gratis di Medsos

Pada biodata Whatsapp nomor miliknya, ia memasang tulisan rescue tambal ban. Pelajar jurusan otomotif itu tidak pernah memasang tarif jasa tambal ban panggilan untuk wilayah Solo dan sekitarnya itu.

Tidak Memasang Tarif

Ia menganggap ban bocor di jalan merupakan musibah yang bisa dialami setiap orang sehingga harus ditolong. Karenanya ia memutuskan untuk tidak membuka tarif meskipun jarak yang harus ditempuh jauh.

“Saya ingin menolong saja, pahala pasti akan mengalir. Selama ini saya juga tidak pernah rugi. Pernah juga ada yang tidak membawa uang sama sekali, ya tidak apa-apa,” papar Wahyu.

Bahkan, ia juga tidak mematok tarif penggantian ban dalam. Meskipun kadang tombok, ia selalu percaya selalu ada yang mengganti kekurangan biaya itu.

Ia mengaku banyak teman-temannya yang sering kali mengejeknya karena menjadi tukang tambal ban panggilan di wilayah Solo dan sekitarnya. Namun ia tak memedulikan omongan orang dan memilih bekerja sekaligus menolong orang.

Sedikit demi sedikit uang yang terkumpul ia sisihkan. Ia bermimpi memiliki bengkel setelah ia lulus dari SMK. “Kalau suka menolong pasti akan dapat pertolongan dari Allah,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini