Ganjar Sambangi Bekas Indekos, Pemilik: Sudah Jadi Pejabat tapi Tidak Sombong

Tim Okezone, Okezone · Minggu 07 Maret 2021 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 07 512 2373849 ganjar-sambangi-bekas-indekos-pemilik-sudah-jadi-pejabat-tapi-tidak-sombong-YfQHAFkxxA.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: istimewa)

YOGYAKARTA - Ingatan Mbah Bisanto (64) dan istrinya Sumaryanti lansung menuju puluhan tahun silam saat disambangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kediamannya daerah Sorosutan Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu (7/3/2021).

Betapa tidak, bertahun-tahun lamanya Ganjar muda indekos di rumahnya. Dia seolah tak percaya bekas anak kosannya mulai dari SMA hingga kuliah itu kini telah menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah.

Baca juga: Virus Corona B117 Sudah Masuk Brebes, Dibawa TKI

"Ya Allah, ngimpi opo aku om Ga (panggilan akrab ke Ganjar). Ayo mlebu (mari masuk)," kata Sumaryanti menyapa Ganjar.

Baca juga: Ganjar ke Prajurit TNI: Ojo Tegang, Pilih Disuntik Vaksin Apa Dikirim Perang?

Saat itu, kediaman Mbah Bisanto masih sederhana. Di sudut ruangan kecil berukuran 3x2 itu ada sejarah seorang anak kampung asal Purworejo yang kini menjadi gubernur. Sekarang bekas kamar Ganjar sudah berubah menjadi gudang.

Ganjar, Mbah Bisanto, dan sumaryati langsung bernostalgia saat bertemu. Ketiganya terlibat dalam obrolan hangat. Kenangan-kenangan zaman dulu langsung mencuat saat pertemuan itu terjadi.

Ganjar pun sempat menengok kamar yang pernah dirinya tempati. Dia juga mengajak putra semata wayangnya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar melihat tempat indekosannya.

"Dulu itu kamar ayah, masih sama persis tidak berubah. Hanya dulu tidak dicat, sekarang sudah dicat," kata Ganjar menunjukkan.

Putra Ganjar tampak tersenyum-senyum sendiri mendengar cerita-cerita ayahnya dari mbah Bisanto dan istrinya. Ganjar sengaja mampir ke bekas tempat kosannya sekaligus ingin mencarikan tempat tinggal anaknya yang baru saja diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun ini.

"Mas Alam kosnya di mana? Kalau belum dapat kos, tinggal di sini saja," timpal Sumaryanti.

 Sosok Ganjar muda menurut Mbah Bisanto adalah anak yang nerimo (menerima) dan prihatin. Hampir setiap hari, Ganjar jalan kaki dari tempat kos-kosannya itu sampai ke jalan raya yang jaraknya sekitar 1,5 km. Dari jalan raya itu, Ganjar melanjutkan dengan naik angkutan umum ke sekolah atau ke kampusnya.

"Anaknya baik sekali, saya ngalem (memuji) bukan karena sekarang jadi Gubernur, tapi memang anaknya dari dulu prihatin tenan. Anaknya nerimo, jadi kalau mau berangkat kuliah jalan kaki dari rumah, terus naik colt kampus (angkutan kampus). Nrimo lan prihatin sekali anaknya," kenang Mbah Bisanto.

Makanan sehari-hari Ganjar lanjut keduanya juga tidak aneh-aneh. Zaman dulu, makanan kesukaan Ganjar adalah sambal korek dan lele goreng."Itu saja sudah, ndak neko-neko makanannya," ujar Sumaryanti.

Mbah Bisanto dan Sumaryanti tak menyangka Ganjar yang dahulu kehidupannya prihatin, kini jadi orang sukses.

"Ya mboten nyongko (tidak menyangka). Tapi kalau dilihat dari silsilah keluarganya, Om Ga itu dari keluarga terdidik. Itu sekeluarga pinter-pinter semuanya," kata mbah Bisanto.

Meski sudah sukses, hal yang membuat Mbah Bisanto bangga adalah sikap Ganjar yang tidak berubah. Ia tetap seorang Ganjar yang tidak sombong dan besar hati.

"Seneng banget diparani Om Ga, meski saiki dadhi wong gedhe (meski sekarang jadi pejabat), tetep kelingan (masih ingat). Sandyan dadi wong gedhe (meskipun jadi pejabat), piyambake ora sombong (tidak sombong)," ujarnya.

Selain silaturahmi dan nostalgia zaman dulu, ada tujuan penting lain Ganjar mengunjungi tempat kos-kosannya itu dengan mengajak putranya, Alam Ganjar. Ia berharap, Alam tahu sejarah bapaknya saat dulu menempa diri di kota gudeg itu.

"Biar Alam tahu sejarah bapaknya, ini saya ajak biar bisa lihat kamar ayahnya dulu seperti ini. Ini belum berubah, ya seperti ini. Ya biar Alam tahu sejarahnya, bahwa kabeh nganggo laku (semua ada prosesnya)," ujarnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini