Juragan Bakso Nekat Nyambi Jadi Pengedar Sabu

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Senin 08 Maret 2021 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 07 608 2373890 juragan-bakso-nekat-nyambi-jadi-pengedar-sabu-jknC3wcxn3.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

LABUHANBATU - Polisi menangkap seorang pemuda berinisi SH alias Salu (29), warga Dusun X, Kampung Selamat, Desa Padang Maninjau, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Minggu (7/3/2021).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai juragan bakso itu, ditangkap lantaran diduga terlibat dalam tindak pidana peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu.

Baca juga:  Tahanan Wanita Kasus Narkoba di Lapas Perempuan Palu Kabur

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu, menyebutkan jika tersangka berhasil ditangkap saat sedang berjualan bakso di Kota Raja, Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X, Labuhanbatu Utara.

Petugas yang dikirim untuk menangkap tersangka kemudian diperintahkan melakukan penyamaran untuk bertransaksi dengan tersangka.

 Baca juga: Jadi Bandar Sabu, Mantan Anggota DPRD Palembang Dituntut Hukuman Mati

"Petugas kita melakukan undercover buy paket narkoba jenis sabu senilai Rp200 ribu dengan tersangka. Saat tersangka memberikan satu paket sabu yang dipesan, tersangka langsung kita bekuk. Dia kita tangkap berikut barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,6 gram," sebut Martualesi.

Saat ini, kata Martualesi, pihaknya kini tengah melakukan pengembangan kepada jaringan pemasok narkoba kepada tersangka. Polisi sudah berhasil mengidentifikasi pemasok tersebut, yakni seseorang berinisial R warga Kota Batu.

"Kita sudah lakukan pengembangan atas penangkapan tersebut. Namun diduga saat penangkapan tersangka, informasi penangkapan sudah bocor kepada tersangka R. Sehingga saat kita kejar, yang bersangkutan bisa melarikan diri. Ini kita masih lanjutkan penyelidikannya," terangnya.

Atas perbuatannya, Salu kini dijerat dengan Pasal 114 Sub 112 pada Undang-Undanv RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

"Ancamannya hukuman maksimal 20 tahun penjara," tegas Martualesi.

Sementara itu, tersangka Salu telah mengakui perbuatannya. Ia mengatakan sudah lima kali bertransaksi narkoba.

Salu kini menyesali perbuatannya. Ia menyebut tak akan lagi mengulangi perbuatan tersebut meski penghasilannya dari menjual narkoba cukup besar. Salu mendapatkan Rp300 ribu untuk setiap gram sabu yang dijualnya.

"Saya menyesal memakai narkoba. Akibatnya saya harus berjualan narkoba agar uang hasil jualan bakso enggak berkurang untuk membeli narkoba. Saya menyesal," tukas ayah dari 2 orang anak itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini