8 Kegiatan Kampus Merdeka Bisa Diikuti Mahasiswa

Neneng Zubaidah, Koran SI · Senin 08 Maret 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 65 2374247 8-kegiatan-kampus-merdeka-bisa-diikuti-mahasiswa-pBtVkpYWjO.jpg Kampus Merdeka. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Kampus Merdeka dan program Merdeka Belajar sudah digulirkan sejak satu tahun lalu untuk transformasi dalam pendidikan tinggi.

Salah satu kebijakannya fleksibilitas yang diberikan kepada mahasiswa melalui 8 kegiatan pembelajaran.

Dikutip dari instagram Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud di @ditjen.dikti, salah satu program dari kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah hak belajar tiga semester di luar program studi.

Bentuk kegiatan pembelajaran sesuai dengan Permendikbud No 3/2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam program studi dan di luar program studi. Dalam implementasinya, terdapat 8 jenis kegiatan pembelajaran pengganti SKS (satuan kredit semester), dimana setiap kegiatan dinilai setara dengan 20 SKS.

Baca Juga: Ada Lowongan Guru untuk Sekolah Indonesia di Luar Negeri, Tertarik Ini Syaratnya

Bentuk kegiatan pertama adalah pertukaran pelajar antar program studi pada perguruan tinggi yang sama. Maupun pertukaran pelajar dalam program studi yang sama pada perguruan tinggi yang berbeda. Bisa juga pertukaran pelajar antar program studi pada perguruan tinggi yang berbeda.

Selanjutnya magang atau praktik kerja. Penyetaraan bobot magang atau praktik kerja dapat dikelompokkan menjadi 2 bentuk. Yaitu bentuk bebas (free form) dengan penyetaraan 20 sks tanpa penyetaraan dengan mata kuliah.

Ataupun magang berstruktur (structured form) dimana kegiatan ini disetarakan dengan 20 sks beserta penyetaraan mata kuliah yang kompetensinya sejalan dengan kegiatan magang.

Baca Juga: Drone Erasty Ciptaan 4 Mahasiswa ITS untuk Kurangi Kecelakaan Kerja

Berikutnya adalah asistensi mengajar di satuan pendidikan. Mahasiswa bisa melakukan asistensi di sekolah dasar, menengah maupun atas. Sekolah tempat praktek mengajar dapat berada di kota maupun daerah terpencil.

Kegiatan keempat ialah penelitian/riset yang dapat dilakukan mahasiswa di lembaga riset atau pusat studi. Dengan kemampuan berpikir kritis mahasiswa akan lebih mendalami, memahami dan mampu melakukan metode riset dengan lebih baik.

Setelah itu ada proyek kemanusiaan dimana mahasiswa yang memiliki jiwa muda, kompetensi ilmu dan minat sosial tinggi dapat menjadi foot soldiers dalam proyek kemanusiaan dan pembangunan lainnya baik di Indonesia ataupun luar negeri.

Keenam adalah kegiatan wirausaha yang menyasar mahasiswa yang memiliki minat wirausaha sehingga bisnisnya pun bisa berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu mahasiswa juga bisa mengambil studi atau proyek independen. Ekuivalensi kegiatan studi independen ke dalam mata kuliah dihitung berdasar kontribusi dan peran mahasiswa. Dibuktikan dalam aktivitas dibawah koordinasi dosen pembimbing.

Bentuk kegiatan kedelapan adalah membangun desa atau KKN tematik (KKNT). Terdapat beberapa model dari KKNT dalam Kampus Merdeka. Yakni KKNT yang diperpanjang, KKNT pembangunan dan pemnberdayaan desa, KKNT mengajar di desa dan KKNT free form. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini