Penipu Modus Gandakan Uang yang Ngaku Anak Kiai Rupanya Pengangguran

Priyo Setyawan, Koran SI · Selasa 09 Maret 2021 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 510 2374995 penipu-modus-gandakan-uang-yang-ngaku-anak-kiai-rupanya-pengangguran-SqPFISt7jW.jpg Gus Bahar ditangkap polisi lantaran menipu warga belasan juta dengan modus menggandakan uang (Foto : Sindo/Priyo)

SLEMAN - Lelaki berinisial MY (41) yang mengaku sebagai Gus atau anak kaiai, ditangkap Polres Sleman, karena menggelapan uang warga Rp15 juta dengan modus digandakan hingga Rp2,2 miliar lebih. Warga Trenggalek yang menyebut dirinya Gus Bahar itu, rupanya bukan ustadz atau anak kiai, melainkan pengangguran, dan sekarang mendekam di sel Mapolres Sleman.

Gus Bahar mengaku sudah menjalankan praktik tersebut sejak 2017. Kepada korban mengaku sebagai Gus atau anak kiai yang dapat mengandakan uang Rp10 juta menjadi Rp2,2 miliar. Uang hasil penipuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya bukan ustadz, saya tidak mempunyai pekerjaan,” kata Gus Bahar, Selasa (9/3/2021).

Selain pelaku, petugas juga mengamankan empat buah handphone, sweater, celana dan kopiah yang digunakan pelaku untuk melakukan penipuan sebagai barang bukti.

Kanit II Satreskrim Polres Sleman, Ipda Yunanto Kukuh Prabowo mengatakan terungkapnya kasus ini berawal saat Gus Bahar bertemu dengan sseorang warga Sleman, November 2020. Ia mengaku bisa mengadakan uang . Yaitu uang Rp10 juta menjadi Rp2,2 miliar. Karena tertarik, korban memberikan uang kepada Gus Bahar Rp15 juta pada 26 November 2020. Duit Rp10 juta diberikan tunai dan Rp5juta ditransfer.

Baca Juga : Mengaku Anak Kiai, Pria Ini Tipu Warga dengan Modus Gandakan Uang Jadi Rp2,2 Miliar

Setelah menerima uang, Gus Bahar meminta korbannya untuk menyiapkan ruangan khusus dan peralatan untuk ritual pengandaan. Namun setelah semua persyaratan dipenuhi, Gus Bahar dengan alasan pekerjaaan lain, tidak bisa datang dan meminta hari berikutnya. Tetapi untuk ritual yang kedua, Gus Bahar tetap tidak datang, dengan alasan minyak untuk ritualnya habis dan meminta korban untuk menyiapkannya.

Permintaan Gus Bahar kembali dituruti korban. Tetapi Gus Bahar kembali tidak datang dan berjanji akan datang lagi di lain hari. Lagi-lagi, saat yang dijanjikan Gus Bahar tidak datang lagi. Merasa ditipiu, korban selanjutnya melaporkan ke Mapolres Sleman.

Mendapati laporan tersebut, petugas menindaklanjuti langsung melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelaku dan mengumpulkan data pendukung lain yang berhubungan dengan perkara tersebut. Dari informasi yang didapatkan petugas berhasil mengindentifikasikan keberadaan pelaku dan menangkapnya.

“Pelaku kami tangkap di kamar kosnya daerah Banguntapan, Bantul, 4 Maret 2020 pukul 05.00 WIB,” kata Kukuh.

Petugas masih mengembangkan kasus ini, apakah ada warga lain yang menjadi korban Gus Bahar tersebut. Sebab dari pemeriksaan, tindakan Gus Bahar bukan yang pertama kali. Namun, sudah melakukan untuk yang kedua kali dengan korban yang berbeda. Pertama tahun 2018 dan kedua 2020.

“Pelaku dalam kasus ini dijerat pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini