Prahara Demokrat KLB Deli Serdang, SBY Diminta Muhasabah

Taufik Budi, Okezone · Selasa 09 Maret 2021 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 512 2374572 prahara-demokrat-klb-deli-serdang-sby-diminta-muhasabah-WwiA7fR5Ej.jpg Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok Okezone.com)

SEMARANG – Kader senior sekaligus pendiri Partai Demokrat Jawa Tengah, meminta Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bermuhasabah. Prahara di partai berlambang bintang mercy itu berujung Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang Sumatera Utara.

KLB memutuskan mengangkat Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Dengan putusan itu juga sekaligus melengserkan kepemimpinan putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Dengan adanya KLB Deli Serdang, saya harapkan Pak SBY itu melakukan muhasabah,” kata kader senior sekaligus pendiri Partai Demokrat Jawa Tengah, Dani Sriyanto.

Baca juga:  AHY Akan Maafkan Moeldoko jika Akui Kekeliruan Kudeta Demokrat

Dia juga meminta SBY menjalin komunikasi aktif dengan kader-kader senior Demokrat yang menggagas KLB. Upaya tersebut dinilai perlu untuk menyelamatkan eksistensi partai. Sebab, bila masing-masing pihak mengandalkan ego akan mengancam keberlangsungan Partai Demokrat.

“Jadi demi kepentingan Partai Demokrat itu, untuk melakukan komunikasi dengan pendiri-pendiri yang melakukan KLB di Deli Serdang. Karena apa? Kalau ini cuma melakukan ego masing-masing maka saya khawatirkan bahwa eksistensi Partai Demokrat di 2024 itu bisa-bisa punah, tidak ikut dalam kontestasi Pilpres maupun Pileg,” ungkapnya.

Baca juga:  DPD Demokrat Kalteng Bakal Umumkan Kader Pengkhianat yang Ikut KLB Deliserdang

Menurutnya, Partai Demokrat tak bisa lepas dari peran kader-kader senior yang berjuang untuk meloloskan verifikasi KPU. Sementara, sosok SBY juga tak dapat diingkari sebagai ikon sekaligus konseptor partai.

“Jadi hal ini mungkin akan menjadi perhatian khusus bagi Pak SBY, Mas AHY, maupun temen-temen kader Partai Demokrat yang ada di Indonesia. Itu sesuatu hal yang penting. Bahwa Partai Demokrat tidak hanya kita mempertahankan ego kita masing-masing, tapi kita harus saling mawas diri, introspeksi diri. Bahwa Partai Demokrat dikembalikan kepada tujuan awal, bagaimana perjuangan para pendiri-pendiri kita (Demokrat),” beber dia.

“Jadi itu hal yang sangat penting, karena bagi saya Partai Demokrat itu tidak bisa dilepaskan dari peranan perjuangan para pendiri. Karena mereka perjuangannya meloloskan verifikasi, tetapi juga tidak bisa dinafikkan posisi Pak SBY selaku konseptor adanya Partai Demokrat itu dan ikon Partai Demokrat di tahun 2001,” lugasnya.

“Sehingga ini dua hal yang tidak bisa dilepaskan. Kalau salah satu dilepaskan, maka Partai Demokrat akan akan roboh. Sehingga saya kira saat ini (kisruh Partai Demokrat) menjadi satu keprihatinan bagi kita bersama,” pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini