3 Mahasiswa Asal Papua Tewas Akibat Pesta Miras, Begini Kronologinya

Taufik Budi, Okezone · Jum'at 12 Maret 2021 22:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 512 2376950 3-mahasiswa-asal-papua-tewas-akibat-pesta-miras-begini-kronologinya-r7oSj6TeNd.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

SALATIGA – Tiga mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Jawa Tengah, meninggal dunia. Mereka meregang nyawa usai pesta minuman keras (miras) oplosan.

Ketiganya adalah Ovni Wakerkwa, Rudolf Carlos Kelanangame, dan Marpino M Sipka yang tercatat sebagai warga Mimika Baru, Mimika, Papua. Mereka tercatat sebagai mahasiswa UKSW yakni masing-masing Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fisikom), Bahasa dan Seni, serta Sosiologi.

Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat, mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula dari kecurigaan polisi tentang meninggalnya mahasiswa asal Papua secara berurutan. Sebelumnya, polisi hanya mendapatkan informasi mahasiswa yang meninggal akibat sakit.

“Kami akan menyampaikan terkait dengan berita meninggalnya tiga mahasiswa UKSW asal Papua yang terjadi dalam kurun waktu tiga hari terakhir,” kata AKBP Rahmad kepada awak media, Jumat (12/3/2021).

“Ada tiga kasus yang telah ditangani dan tiga-tiganya telah meninggal dunia. pertama atas nama Ovni Wakerkwa warga Mimika mahasiswa Fisikom UKSW. Yang bersangkutan meninggal dunia pada hari Rabu 10 Maret pukul 23.00 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah Salatiga,” terangnya.

Baca Juga: Diduga Keracunan Miras, 3 Mahasiswa Asal Papua Tewas

Dia menjelaskan, pada saat dirujuk ke rumah sakit korban menderita sesak napas. Petugas medis langsung memberikan pertolongan dan perawatan. Namun, usaha itu tak membuahkan hasil dan kondisi korban makin memburuk hingga meninggal dunia.

“Kemudian pada hari berikutnya Kamis sekira pukul 17.00 WIB kembali terjadi peristiwa meninggal dunia mahasiswa UKSW atas nama Rudolf Carlos Kelanangame, Fakultas Bahasa dan Seni,” ujarnya.

“Yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit pukul 14.35 WIB, sama dengan rekan-rekan teman-teman mahasiswa dari Papua. Kemudian setelah ditangani oleh tim medis akhirnya yang bersangkutan tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia,” imbuhnya.

Pada awalnya, polisi tak langsung melakukan penyelidikan terhadap meninggalnya mahasiswa tersebut. Belakangan diketahui mereka sebelumnya menggelar kegiatan bersama di suatu tempat kos. Berdasarkan informasi mereka pesta minuman keras.

“Dapat kita sampaikan, korban pertama pada hari pertama, kami menerima informasi kematian dari saudara Ovni ini kita tidak ada petunjuk apa-apa. Kita belum ada petunjuk apa-apa, karena memang pada saat itu menurut informasi yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit,” lugasnya.

“Kemudian pada hari kedua, kami mendapatkan informasi kembali bahwasannya ada satu orang mahasiswa asal Papua (meninggal dunia). Ternyata setelah kami menggali informasi, yang bersangkutan juga beberapa hari yang lalu sekitar lima hari sebelumnya, bersama dengan korban pertama Ovni, mereka berkumpul di suatu tempat di kos mereka,” terang dia.

Kecurigaan polisi makin menguat dan bergerak cepat melakukan penyelidikan. Petugas meminta keterangan sejumlah saksi. Tim medis yang melakukan penanganan, menyatakan korban menderita keracunan.

“Muncul kecurigaan di kita. Mungkin ada sesuatu yang terjadi di antara para adik-adik kita ini. Akhirnya yang bersangkutan kita terima informasi dari dokter, (korban) meninggal dunia karena toksifikasi. Keracunan,” tandasnya

“Kemudian yang ketiga meninggal dunia kembali. Korban ketiga atas nama Marpino M Sipka dari Fakultas Sosiologi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini