Langka, Kampus IPB Didatangi Burung Besar dari Jepang dan Himalaya

Vitrianda Hilba Siregar, · Minggu 14 Maret 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 13 65 2377078 langka-kampus-ipb-didatangi-burung-besar-dari-jepang-dan-himalaya-NgPePie34q.jpg Kampus IPB Bogor didatangai burung berukuran besar dari Jepang dan Himalaya. (Foto:Dok IPB)

JAKARTA – Kejadian langka terjadi di IPB University Kampus Dramaga. Perguruan tinggi negeri itu didatangi burung-burung tidak biasa berukuran besar yang berasal dari Jepang dan Himalaya.

Burung-burung tersebut tengah bermigrasi dan ‘mampir’ di kampus IPB. Hasil monitoring Uni Konservasi Fauna (UKF) IPB University menunjukkan bahwa ada beberapa lokasi yang telah dikunjungi oleh burung yang sedang bermigrasi. Arboretum Bambu dan Hutan Tropika, Biofarmaka dan Hutan Al-Hurriyah merupakan lokasi yang dikunjungi oleh para satwa migran tersebut.

Satwa yang dimaksud antara lain Kangkok Erasia (Cuculus canorus), Kowak Melayu (Gorsachius melanolophus), Sikatan Sisi-Gelap (Muscicapa sibirica), Sikatan Emas (Ficedula zanthopygia), Elang-Laut Perut-Putih (Haliaeetus leucogaster), dan Jalak Tunggir-Merah (Scissirostrum dubium).

Baca Juga: Lab IPB Mampu Uji 180 Spesimen Swab Test Corona Per Minggu


Jenis burung yang singgah di Kampus Dramaga tentunya sangat menarik perhatian para konservasionis UKF IPB University. Pasalnya, jenis burung yang ditemukan ini ternyata memiliki tempat berbiak dan tempat perjumpaannya masing-masing.

Kangkok Erasia (Cuculus canorus), berbiak di Erasia; Kowak Melayu (Gorsachius melanolophus) berbiak di India, Cina Selatan, Asia tenggara dan Filipina; Sikatan Sisi-Gelap (Muscicapa sibirica) berbiak di Asia Timur Laut dan Himalaya; Sikatan Emas berbiak di Asia Timur, Laut Elang-Laut Perut-Putih (Haliaeetus leucogaster).

Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Ujian Tulis Mandiri IPB Terbaru

Burung pemangsa berukuran besar yang sekadar mampir ini umum dijumpai di daerah pantai, danau besar, serta sungai dekat pantai. Ada juga Burung Jalak Tunggir-Merah (Scissirostrum dubium) sebagai burung hasil introduksi yang merupakan satwa endemik Sulawesi.

“Burung-burung tersebut bermigrasi pada musim dingin dari belahan bumi utara. Seperti Himalaya, Jepang, China, dan India menuju dataran yang lebih hangat seperti wilayah Asia Tenggara dan Australia. Periode yang dipilih oleh mereka untuk bermigrasi yaitu pada bulan September sampai Maret. Berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) status konservasi dari satwa-satwa tersebut adalah LC (Least Concern),” ujar Feriyanto, salah satu mahasiswa dari UKF, seperti dikutip dari keterangan tertulis IPB, Minggu (14/3/2021).

UKF merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di IPB University yang bergerak di bidang konservasi. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh UKF adalah monitoring satwa di Kampus IPB Dramaga. Kegiatan ini telah dimulai sejak bulan Februari 2021 yang bertujuan mengumpulkan data-data satwa yang berada di Kampus Dramaga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini