Maggot Si Lalat Tentara Dibahas Tuntas dalam Webinar SMA Pradita Dirgantara

Tim Okezone, Okezone · Selasa 16 Maret 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 65 2378662 maggot-si-lalat-tentara-dibahas-tuntas-dalam-webinar-sma-pradita-dirgantara-gAQkKLbqnF.jpg Webinar membahas pemanfaatan maggot. (Foto: SMA Pradita Dirgantara)

BOYOLALI -  Apa itu Maggot (Hermetia Illucens) dan bagaimana pula cara pemanfaatannya? Nah, untuk mengetahuinya lebih detail SMA Pradita Dirgantara pun membahasnya.

Diskusi dan pembahasan dilakukan secara online webinar bertajuk Pemanfaatan Maggot (Hermetia Illucens) sebagai Inovasi Sistem Edukasi Pengelolaan "Multy Ekosystem Farming and Zero Waste".

Menariknya webinar diikuti para siswa kelas X, XI, dan XII serta para guru, staf, pengurus Yasarini, badan pengelola bidang pendidikan SMA Pradita, serta manajemen SMA Pradita Dirgantara.

Webinar ini menghadirkan pembicara Dr. Melta Rini Fahmi, S.Pi., M.Si., dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dia menjelaskan panjang lebar tentang apa itu Larva BSF (Maggot), mengapa dan bagaimana cara memproduksinya, serta bagaimana aplikasi dan prospek bisnis maggot. Maggot merupakan salah satu dari sekian banyak jenis lalat yang ternyata memiliki banyak manfaat.

Maggot atau yang dikenal sebagai lalat tentara ini, memiliki ukuran lebih panjang dan besar. Meskipun dari keluarga lalat, namun BSF tidak menularkan bakteri, penyakit, bahkan kuman kepada manusia.

Maggot berguna secara ekologis dalam proses dekomposisi bahan-bahan organik. “Satu hal yang menarik maggot dapat mengolah sampah organik, hanya dalam 9-12 hari sampah tereduksi hingga 10% menjadi pupuk,” ujarnya.

Baca Juga: Dirjen Dikti Apresiasi Tryout Online UTBK SBMPTN 2021 Okezone

Pemanfaatan Maggot menjadi penting mengingat bahwa Indonesia darurat sampah. Indonesia dapat menghasilkan kurang lebih 175.000 ton sampah perhari, dan 63% nya adalah sampah organik. Oleh karena banyaknya persentase sampah organik.

"Maka kita perlu melakukan kegiatan-kegiatan pengelolaan sampah organik. Kegiatan yang bisa dilakukan seperti melakukan kampanye terkait sampah organik terutama limbah makanan, pilah di tingkat paling bawah seperti resort, hotel, rumah sakit, serta mengelola biokonversi," bebernya.

Dia juga menjelaskan produksi Maggot terbagi dalam 2 cara. Pertama, memproduksi maggot langsung dari alam atau yang dikenal dengan Open System, dimana produksinya langsung terintegrasi dengan perkebunan.

Kedua, dengan cara close system dengan memelihara Maggot di tempat yang terkontrol atau yang disebut dengan insektarium.

Pemanfaatan maggot dalam mendukung industri perikanan dan peternakan menjadi sektor ekonomi baru yang berbasis lingkungan (economic environmental friendly).

Di akhir paparan Dr Melta menyebutkan bahwa pengaplikasian maggot dalam mengolah limbah makanan (food waste) butuh kerja sama dari berbagai sektor.

Ketua Umum Yasarini Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan dengan adanya webinar kali ini dia berharap maggot dapat menjadi agen alternatif yang menjanjikan yang mampu menekan volume sampah organik, dan juga mempunyai nilai ekonomis.

Selain itu dapat dimanfaatkan oleh SMA Pradita Dirgantara dalam program kolam terpadu dan Poultry Centre yang telah dibangun di sekolah ini untuk menunjang pembelajaran dan pemanfaatan lingkungan.

Dwi A Yuliantoro, selaku Direktur Direktorat Pengembangan Sekolah Pradita Dirgantara dalam closing statement berharap semoga dengan acara webinar kali ini akan tercipta Duta Sampah Organik yang berasal dari siswa-siswi SMA Pradita Dirgantara.

Ketika  membicarakan sesuatu hal yang organik maka itu berhubungan dengan sesuatu hal yang memiliki nilai jual yang tinggi dan tentunya akan bermanfaat bagi diri sendiri dan juga masyarakat.

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini