Usai Pagar Beton Haji Ruli, Kini Muncul Tembok Warga Blokir Jalan dan 4 Rumah

Suryono Sukarno, iNews · Rabu 17 Maret 2021 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 512 2379213 usai-pagar-beton-haji-ruli-kini-muncul-tembok-warga-blokir-jalan-dan-4-rumah-sGTKIuY0pK.jpg Foto: MNC Portal

PEMALANG - Empat rumah warga Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terisolir. Hal itu karena akses jalan ditutup. Akibatnya, kendaraan tak bisa keluar rumah dan untuk bisa beraktivitas terpaksa harus melalui selokan air atau got.

Ada empat keluarga atau sekitar 16 jiwa, warga Desa Widodaren yang terisolir masih belum bisa aktivitas normal.

(Baca juga: Tembok Beton Haji Ruli Luluh Lantak, Warga: Atas Izin Allah)

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo meminta pemilik tanah menghentikan pembangunan rumah yang menutup akses rumah warga. Bupati juga akan meninjau ulang IMB serta akan membantu warga untuk biaya ganti rugi.

(Baca juga: Tembok Beton Haji Ruli Roboh, Warga: Alhamdulillah Bisa Mengaji Kembali)

Saat ini sudah ada sedikit jalan untuk akses ke rumahnya, selebar sekitar 40 sentimeter sehingga harus miring jika melintas. Sedangkan akses lain melalui jalan di bagian belakang atau samping rumah juga sulit dilakukan karena ada lahan pekarangan milik orang lain.

Terlihat beberapa pekerja sedang melanjutkan pembangunan rumah yang menutup akses tersebut. Jalan yang selumnya tertup rapat sudah dibuka namun hanya sedikit dan belum bisa untuk melintas sepeda motor, bahkan untuk jalan kaki saja susah.

“Kami bertemu dengan pemilik tanah dan meminta agar ada solusi sehingga warga yang tertutup aksesnya bisa ada jalan keluar masuk rumah,” kata Bupati Pemalang beberapa waktu lalu.

“Kami bersedia ikut menanggung biaya ganti rugi agar warga ada akses. Sementara kami minta untuk menghentikan pembangunan rumah ini. Selain itu akan meninjau ulang izin mendirikan bangunan rumah tersebut ,” katanya.

Pihaknya juga bersedia menggratiskan sertifikat tanah, jika harus dipecah karena untuk akses warga .

Sementara itu, pemilik tanah, Sukendro mengatakan pihaknya sudah membuat akses jalan meski hanya untuk pejalan kaki. Dia belum bersedia memberikan jalan selebar satu meter sepanjang 25 meter dan tetap pada pendirian, meminta uang ganti rugi bangunan dan imaterial total Rp 150 juta .

“Saya membangun rumah di tanah milik sendiri, ada sertifikat dan ada IMB tidak ada yang dilanggar. Saya juga sudah membuka jalan untuk bisa lewat jalan kaki. Sedang untuk membuka satu meter saya tetap pada keputusan keluarga yaitu minta ganti rugi bangunan dan immaterial Rp 150 juta untuk lebar satu meter panjang 25 meter,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini