LTMPT Batasi Akses Hasil SNMPTN dan SBMPTN, Pengamat: Ini Tanda Tanya Besar

Fariza Rizky Ananda, Okezone · Rabu 17 Maret 2021 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 65 2379287 ltmpt-menutup-akses-pengumuman-seleksi-snmptn-dan-sbmptn-pengamat-ini-tanda-tanya-besar-8tNMdcfPpm.jpg Persiapan mengikuti SNMPTN dan SBMPTN 2021. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Kebijakan baru Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menutup akses informasi pengumuman seleksi SNMPTN 2021 dan SBMPTN 2021 dari publik, dilandaskan dengan surat pengumuman yang menyatakan hasil seleksi tersebut bersifat pribadi atau individual, ditandatangani Jumat (12/3/2021).

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mempertanyakan apa alasan dibalik kebijakan tersebut harus diterapkan oleh LTMPT. Karena sampai saat ini, informasi di surat pengumuman tersebut hanya menyatakan hasil seleksi tersebut bersifat pribadi.

“Sekarang kalau dibandingkan dengan jaman saya lulus SMA, hampir 30 tahun yang lalu, itu pengumumannya dipajang di koran. Kenapa tanpa ada dorongan publik, dia tiba-tiba berubah jadi informasi privat. Harus ada penjelasan kan tidak bisa tiba-tiba begitu saja. Alasannya kenapa dulu informasi ini untuk publik sekarang jadi privat. Buat saya sih ini tanda tanya besar,” terang Indra kepada Okezone, Rabu (17/3/2021).

Baca Juga: Komisi X DPR Pertanyakan Pengumuman Hasil SNMPTN dan SBMPTN 2021 Tertutup

Indra menambahkan, dia menyayangkan langkah-langkah dan kebijakan Kemendikbud yang semakin tertutup. Padahal, informasi pengumuman SNMPTN dan SBMPTN tidak perlu ada yang ditutup-tutupi.

“Menurut saya sih tidak ada yang harus ditutup-tutupi, kalau ujiannya ya itu kan privat, tapi kalau pengumumannya kenapa harus jadi privat. Kan sama aja kayak pengumuman CPNS, Akmil atau Akpol, itu kan punya publik. Sebetulnya malah semakin tertutup, semakin ditakutkan nanti ada permainan kan,” ujarnya.

Baca Juga: Hasil SNMPTN dan SBMPTN 2021 Diumumkan Tertutup, Rawan Kongkalikong?

Terkait kebijakan tersebut, Indra berharap agar Mendikbud bisa semakin transparan terkait kebijakan publik. Menurutnya, Kementerian milik masyarakat, bukan merupakan perusahaan pribadi.

“Ini kan urusannya masyarakat, bukan perusahaan dia. Saya cuma berharap Kemendikbud itu bukan semakin lama semakin menjadi lembaga yang tertutup, tapi justru malah tugas mereka mengedukasi masyarakat, itu kan harus banyak melalui dialog, banyak dengan percakapan,” tutupnya.

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini