Rusia Panggil Pulang Duta Besarnya dari Washington Setelah Komentar Joe Biden

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 18 Maret 2021 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 18 2379744 rusia-panggil-pulang-duta-besarnya-dari-washington-setelah-komentar-joe-biden-LkEZ3Pba9A.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam pertemuan di Moskow, Rusia, 10 Maret 2011. (Foto: Reuters)

MOSKOW - Rusia telah memanggil pulang duta besarnya di Washington untuk melakukan pembicaraan guna mencegah "kemerosotan hubungan yang tidak dapat diubah" dengan Amerika Serikat (AS). Langkah itu diambil setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Rusia mencampuri pemilu AS dan Presiden Vladimir Putin akan “membayar”.

Pemerintah Rusia mengatakan Anatoly Antonov telah dipanggil kembali ke Moskow karena hubungan AS telah mencapai "jalan buntu".

BACA JUGA: AS Umumkan Sanksi Atas Serangan terhadap Navalny

"Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov telah dipanggil ke Moskow untuk berkonsultasi guna menganalisis apa yang perlu dilakukan dalam konteks hubungan dengan Amerika Serikat," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC.

Ditambahkan bahwa Rusia berusaha "mencegah kemerosotan hubungan yang tidak bisa diubah" dengan AS.

"Hal terpenting bagi kami adalah mengidentifikasi cara-cara memperbaiki hubungan Rusia-AS, yang telah melalui masa-masa sulit karena Washington, pada kenyataannya, membawa mereka ke jalan buntu," katanya.

BACA JUGA: Rusia dan Iran Geram Atas Serangan Udara AS di Suriah

Langkah itu diambil setelah Presiden Joe Biden mengatakan Vladimir Putin akan "membayar harga" atas tuduhan campur tangan pemilu. Dalam wawancara dengan ABC News, Biden juga membenarkan bahwa dia mengira presiden Rusia adalah "pembunuh".

Biden telah mengomentari laporan intelijen Amerika yang menyatakan bahwa Putin telah mengizinkan kampanye campur tangan dalam pemilihan presiden November lalu di AS. Laporan itu menuduh Rusia berusaha mempengaruhi pemilihan untuk mendukung mantan Presiden Republik Donald Trump, yang dikalahkan oleh Biden, seorang Demokrat.

Juru Bicara Putin, Dmitry Peskov, mengatakan tuduhan itu tidak didukung oleh bukti dan selanjutnya akan merusak hubungan bilateral.

AS diperkirakan akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia secepatnya minggu depan atas kesimpulan laporan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini