Raih Medali Perak, 4 Mahasiswa UNS Kalahkan Pesaing dari 20 Negara di Ajang AISEEF

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 18 Maret 2021 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 65 2379707 raih-medali-perak-4-mahasiswa-uns-kalahkan-pesaing-dari-20-negara-di-ajang-aiseef-o1pp4FTOEz.jpg 4 Mahasiswa UNS meraih prestasi. (Foto:Humas UNS)

JAKARTA - Mahsiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menorehkan tinta emas prestasi. Kali ini 4 mahasiswa UNS angkatan 2017 meraih medali perak pada ajang bergengsi ASEANInnovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF).

Pada ajang yang digelar Februari 2021 lalu, 4 mahasiswa yakni Abyan Ajrurrafi Syauqi (Ilmu Komunikasi), Muhammad Dani Mulyawan (Statistika),Roisatul Khoiriyati (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian), serta Tasya Ayu Oktayana (Pendidikan Bahasa Jawa) meraih prestasi internasional setelah bersaing ketat dengan 450 tim dari kurang lebih 20 negara di dunia.

20 negara itu antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Nepal, Kamboja, Korea Selatan, US, Iran, Brazil, Turki, Mexico, Thailand, Mesir, Hongkong, Filipina, Rusia, Mesir, Azerbaijan, Sudan, dan Yaman.

Baca Juga: Hasil SNMPTN dan SBMPTN 2021 Diumumkan Tertutup, Rawan Kongkalikong?

Adapun penyelenggara AISEEF ialah IYSA yang berkolaborasi dengan Food Technology Departmen of IPB, Nutrition Departmen of Undip, Udinus, Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L), dan Yayasan Prestasi Pendidik Indonesia.

“AISEEF merupakan ajang internasional yang diikuti oleh inovator dari berbagai negara di dunia. Perlombaan kali ini mengangkat beberapa tema general yang menjadi spesifikasi untuk para inovator, yaitu entrepreneur, enviromental-science, innovative-science, dan social-science,” ujar Ketua Tim Abyan Syauqi seperti dikutip dari laman UNS pada Kamis (18/3/2021).

Baca Juga: LTMPT Batasi Akses Hasil SNMPTN dan SBMPTN, Pengamat: Ini Tanda Tanya Besar

Abyan pun menjelaskan, NATAYA merupakan ide aplikasi yang memuat beragam informasi seputar pariwisata dan kebudayaan Solo. Tidak hanya informasi untuk mempromosikan dan mengenal lebih dekat Kota Solo, NATAYA juga dihadirkan sebagai wadah pemesanan tiket museum sehingga memudahkan pelanggan maupun penyedia layanan dalam meningkatkan daya tarik.

Ide ini digagas Abyan dan tim mengingat potensi Kota Solo dengan city branding-nya sebagai The Spirit of Java dan Kota Budaya. Namun, mereka pun melihat promosi dan akses terhadap beragam informasi objek wisata yang ada masih kurang maksimal.

Keterbatasan tersebut, imbuh Abyan, menjadikan berkurangnya minat masyarakat untuk berkunjung ke tempat-tempat yang berhubungan dengan budaya dan sejarah. Misal, museum yang masih sepi pengunjung dan banyak yang belum memahami terkait tarif masuk museum pun sistem pertiketannya.

“Dari hasil observasi kita begitu, masih sebatas tempat study tour. Dan karena Solo punya banyak situs budaya dan sejarah serta berbagai pementasan budaya, maka cocok banget jadi objek dari ‘Smart Historical Tourism App’ ini. Juga karena kita dari UNS, kita membuat sesuatu yang sekiranya bermanfaat untuk masyarakat Solo,” jelas Abyan.

Keinginan untuk bermanfaat itu pun tergambar dari pemilihan NATAYA sebagai nama aplikasi yang memiliki arti pelindung dalam bahasa Jawa. Nama tersebut melambangkan upaya Abyan dan kawan-kawan untuk menjadi pelindung budaya Jawa karena budaya ialah warisan untuk diturunkan kegenerasi penerusnya.

Di sisi lain, Smart Historical Tourism All-in App adalah wujud dukungan dan pemanfaatan Internet of Things (IoT) atau konsep Internet untuk segala di Era Revolusi Industri 4.0. Menurutnya, IoT merupakan cara yang tepat untuk mengenalkan Surakarta dengan lebih mudah. “Terlebih, saat ini belum ada platform yang secara khusus memfasilitasi terkait pengembangan pariwisata budaya dan sejarah seperti ini,” imbuh Abyan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini