Share

Warga Ganti Nama Jadi "Salmon" Demi Sushi Gratis, Pemerintah Taiwan Beri Peringatan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 19 Maret 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 18 2380587 warga-ganti-nama-jadi-salmon-demi-sushi-gratis-pemerintah-taiwan-beri-peringatan-tL54z9s33t.jpg Foto: losangelesmagazine.

TAIPEI - Kantor pendaftaran Taiwan telah dibanjiri oleh orang-orang yang meminta untuk mengubah nama mereka menjadi 'Salmon' sebagai tanggapan atas promosi oleh sebuah restoran sushi. Namun, pejabat negara telah memberikan peringatan, meminta masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan sumber daya pemerintah.

Fenomena yang oleh media lokal disebut sebagai 'kekacauan salmon' itu dipicu oleh jaringan restoran Jepang Akindo Sushiro. Sebagai bagian dari promosi dua hari, yang berakhir pada Kamis (18/3/2021), siapa pun dengan nama termasuk 'Gui Yu' - karakter China untuk 'salmon' - dapat menikmati makanan makan sepuasnya dengan lima teman mereka, sementara orang-orang yang nama yang memuat setidaknya satu karakter akan mendapatkan diskon yang lumayan.

BACA JUGA: Demi Makan Sushi Gratis, Puluhan Orang Ganti Nama Menjadi "Salmon"

Pecinta sushi gratis membanjiri kantor pendaftaran negara, dengan sekira 100 orang mengganti nama mereka setelah promosi diumumkan, menurut situs berita Focus Taiwan, mengutip keterangan pejabat.

The Taipei Times mengutip jaringan restoran yang mengatakan bahwa 28 pelanggan telah mengklaim makanan gratis pada pukul 3 sore pada Rabu (17/3/2021), dan setidaknya 1.000 telah berpartisipasi dalam promosi tersebut.

Pemerintah menanggapi dengan memperingatkan warga bahwa, berdasarkan undang-undang saat ini, mereka diizinkan untuk mengubah nama hingga tiga kali seumur hidup.

BACA JUGA: Hotel Boneka Seks Ditutup Polisi, Pelanggan Masih di Dalam

“Perubahan nama semacam ini tidak hanya membuang waktu tetapi juga menyebabkan dokumen yang tidak perlu,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri Chen Tsung-yen, seperti dikutip AFP.

"Saya berharap semua orang bisa lebih rasional tentang itu," tambahnya, mendesak publik untuk "menghargai sumber daya administratif."

Media Taiwan melaporkan bahwa pejabat negara telah berhasil mencegah beberapa orang mengubah nama demi makanan gratis. Namun, yang lain bersikeras, dan mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengubah nama mereka menjadi 'Salmon' dan kemudian mengubahnya kembali setelah promosi berakhir.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini