Pemerintah menanggapi dengan memperingatkan warga bahwa, berdasarkan undang-undang saat ini, mereka diizinkan untuk mengubah nama hingga tiga kali seumur hidup.
BACA JUGA: Hotel Boneka Seks Ditutup Polisi, Pelanggan Masih di Dalam
“Perubahan nama semacam ini tidak hanya membuang waktu tetapi juga menyebabkan dokumen yang tidak perlu,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri Chen Tsung-yen, seperti dikutip AFP.
"Saya berharap semua orang bisa lebih rasional tentang itu," tambahnya, mendesak publik untuk "menghargai sumber daya administratif."
Media Taiwan melaporkan bahwa pejabat negara telah berhasil mencegah beberapa orang mengubah nama demi makanan gratis. Namun, yang lain bersikeras, dan mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengubah nama mereka menjadi 'Salmon' dan kemudian mengubahnya kembali setelah promosi berakhir.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.