Pandemi Covid-19 dan Kecemasan Nakes Menjadi Bahan Tesis Mahasiswa Untag 1945 Surabaya

Ali Masduki, Koran SI · Jum'at 19 Maret 2021 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 65 2380556 pandemi-covid-19-dan-kecamasan-nakes-menjadi-bahan-tesis-mahasiswa-untag-1945-surabaya-N2rMQtfIQW.jpg Andriana meneliti kecemasan tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19. (Foto:Ali Masduki)

SURABAYA - Pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhir dan membuat kecemasan para tenaga kesehatan menjadi bahan tesis mahasiswa Program Studi Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Surabaya, Andriana Budi Riastri.

Tesis tersebut lengkapnya berjudul “Kinerja Tenaga Kesehatan di Era Pandemi COVID-19 Ditinjau dari Perceived Stigma dan Pengetahuan tentang Corona Virus dengan Kecemasan sebagai Variabel Intervening”.

Kecamasan terutama bertambahnya pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga berdampak pada kinerja garda terdepan nakes di masa pandemi tersebut.

Baca Juga: Setelah Guru Divaksin, Mendikbud Minta Sekolah Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Andriana Budi Riastri yang juga anggota Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Bantuan Milik TNI di Sidoarjo ini mengatakan, fenomena kecemasan tenaga kesehatan semakin meningkat karena khawatir mereka akan menjadi carrier virus bagi keluarga.

"Belum lagi banyaknya penolakan dan perlakuan yang tidak manusiawi terhadap tenaga kesehatan akibat stigma negatif yang muncul di masyarakat," ungkapnya, Jumat (19/3/2021).

Baca Juga: Fakta Unik UTBK-SBMPTN, Pelajari Soal HOTS dan Sistem Penilaian IRT

Dia melakukan penelitian pada 135 tenaga kesehatan medis dan non medis yang berusia 20-40 tahun. Selama meneliti, dia mengaku menghadapi tantangan karena minimnya jurnal pendukung. Di samping itu, kuisioner yang disebarkan secara daring juga menuntut kesabaran karena kesibukan para tenaga kesehatan. Meski demikian, Andriana berhasil menyelesaikan penelitiannya selama tiga bulan.

Hasil penelitian menunjukkan pada tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dan kecemasan dapat memberikan pengaruh signifikan pada kinerja tenaga kesehatan di RS Bantuan Milik TNI Kota Sidoarjo.

Andriana mengakui, penyebaran virus SARS-Cov-2 yang masih baru menjadikan pengetahuan para tenaga kesehatan terhadap virus ini masih terbatas. Akibatnya, mereka menanggung resiko terpapar virus lebih besar.

Selain itu, pola pikir masyarakat dan kurangnya pengetahuan juga berdampak pada kecemasan serta penilaian dan persepsi negatif terhadap diri sendiri yang dikenal sebagai perceived stigma."Tak mengherankan bila kinerja para tenaga kesehatan turut terdampak," tuturnya.

Dari hasil penelitiannya tersebut, Andriana menuturkan bahwa para tenaga kesehatan membutuhkan dukungan baik dari masyarakat dan pemerintah. "Sosialisasi juga dibutuhkan agar meningkatkan kinerja mereka," tegasnya.

Dia berharap, tenaga kesehatan selalu sehat dan semangat dalam melaksanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Berkat penelitiannya, Andriana berhasil meraih predikat Tugas Akhir menarik dari Program Studi Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Surabaya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini