Permudah Edukasi Hewan ke Siswa SD, Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Animal Detector

Ali Masduki, Koran SI · Jum'at 19 Maret 2021 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 65 2380703 permudah-edukasi-hewan-ke-siswa-sd-mahasiswa-untag-surabaya-ciptakan-animal-detector-aIyHNyCYvA.jpg Syahvril Aditya memperkenalkan aplikasi Animal Detector. (Foto: Ali Masduki)

SURABAYA - Mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Surabaya kembali membuat inovasi teknologi. Kali ini ihadirkan oleh calon wisudawan Syahvril Aditya.

Syahvril adalah mahasiswa prodi Teknik Informatika Untag Surabaya membuat aplikasi pengenalan macam-macam hewan yang dia beri nama “Animal Detector” dengan menggunakan teknologi terbaru Artificial Intelligence (AI) berbasis android.

Adanya aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah edukasi pengenalan hewan di Indonesia untuk siswa sekolah dasar (SD) rentang usia 8-12 tahun.

Baca Juga: SBMPTN, 10 Prodi Paling Ganas Perebutannya di Saintek dan Soshum

“Saat ini belajar mengenai pengenalan hewan di sekolah hanya dapat dipelajari melalui buku saja, jadi membosankan. Karenanya saya mencoba membuat aplikasi pengenalan macam-macam hewan agar membuat anak-anak tertarik belajar mengenai hewan-hewan,” ujar Syahvril.

Sejak SMP, Syahvril memang sudah sangat gemar dalam memainkan komputer. Melalui aplikasi tersebut, pengguna cukup men-download dan install aplikasi pada smartphone-nya. Untuk mendeteksi suatu hewan, pengguna hanya perlu mengarahkan kamera atau scan objek hewan tersebut. Setelah itu, teknologi AI dari aplikasi memberikan informasi berbentuk suara mengenai nama dan jenis hewan.

Baca Juga: 10 Kampus Favorit Bakal Jadi Rebuatan di SBMPTN 2021

"Untuk keterangan masing-masing hewan, saya buat sendiri narasinya. Namun untuk voice saya menggunakan support dari google voice, kemudian download dan program,” papar mahasiswa asli Surabaya itu.

Syahvril menjelaskan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat mempermudah dalam pengenalan berbagai macam jenis hewan dengan cara menggunakan algoritma Convolutional Neural Network.

“Pengenalan hewan menggunakan teknologi Artificial Intelligence dan android ini dapat mengenalkan hewan secara realtime,” terangnya.

Hingga saat ini, Syahvril telah melakukan training dataset dengan 15 gambar hewan yakni singa, beruang, jerapah, burung merak, burung hantu, koala, kuda, Komodo, kelinci, gajah, harimau, orang utan, kudanil, kanguru dan badak. “Masing-masing data membutuhkan hampir 1000 foto untuk bisa terdeteksi secara realtime,” imbuhnya.

Dia mengaku dapat membuat aplikasi pengenalan benda mati bukan hanya benda hidup seperti yang dilakukan pada penelitian kali ini.

“Semisal pada bangunan A nanti aplikasi dapat membantu menjelaskan sejarah bangunan itu," ucapnya.

Syahvril berharap karyanya dapat mengedukasi secara positif untuk generasi penerus, terutama untuk anak sekolah dasar (SD) yang merasa jenuh dengan pembelajaran daring.

“Harapannya bisa dipakai untuk pembelajaran, pengennya memang bisa bekerjasama dengan sekolah-sekolah sehingga bermanfaat,” pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini