Buron 4 Bulan, Pelaku Penganiayaan di Yogyakarta Ditangkap

Priyo Setyawan, Koran SI · Senin 22 Maret 2021 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 510 2382020 buron-4-bulan-pelaku-penganiayaan-di-yogyakarta-ditangkap-NWjIYFitEg.jpg Pelaku penganiayaan ditangkap Polsek Mergangsan. (Foto : iNews/Priyo Setyawan)

YOGYAKARTA - Polsek Mergangsan, Yogyakarta, menangkap pelaku pengeroyokan terhadap dua warga Piyungan, Bantul di Jalan Manukan, Karangkanjen, Brontokusuman, Megangsang, Yogyakarta, pada Selasa 10 November 20220 lalu.

FP (24) sebelumnya masuk daftar pencarian orang (DPO). Ia ditangkap diamankan di Krajan, Sidoluhur, Godean, Sleman, pada Minggu (15/3/2021) siang pukul 14.15 WIB setelah buron selama 4 bulan. Ia dibawa ke Mapolsekta, Mergangsan, Yogyakarta.

Petugas juga mengamankan jamper warna hitam dan celan panjang kain warga biru yang dipakai tersangka saat pengeroyokan sebagai barang bukti.

Kapolsek Mergangsan, Yogyakarta, Kompol Tri Wiratno mengatakan kasus tersebut berawal saat Aldi Muhammada Saputra (21) dan Kukuh Priambudi (16) yang berboncengan dengan dengan sepeda motor matic bersama teman-temannya melintas dari arah barat ke timur lewat di Jalan Manukan, Selasa (10/11/2021) pukul 03.00 WIB.

Rombongan tersebut diikuti FP dan MIHA yang berboncengan sepeda motor matic. Sampai di depan SD Muhammadiyah, Karangkajen, tanpa sebab yang jelas, langsung melakukan pengeroyokan kepada Aldi dan Kukuh dengan mengunakan senjata tajam jenis pisau dan stik besi.

Akibatnya, Aldi mengalami luka robek di bahu kiri, sedangkan Kukuh mengalami Luka robek di bahu kiri dan luka robek di lengan bawah kiri. Setelah itu, keduanya langsung meninggalkan korban. Aldi dan Kukuh selanjutnya ditolong teman-temannya dibawa ke rumah sakit serta melaporkan kajadian itu ke Mapolsek Mengangsan.

Petugas menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui identitas pelaku serta menangkapnya.

Baca Juga : Keponakannya Diperkosa, Oknum TNI Aniaya Pelaku hingga Tewas

“Pertama kami menangkap MIHA dan dari keterangannya, ia melakukan pengeroyokan dengan FP,” kata Tri Wiratno, Senin (22/3/2021).

Baca Juga : Aniaya Orang, Kawanan Geng Motor XTC Pasukan Setan Ditangkap Polisi

Tri Wiratno menjelaskan dari informasi tersebut, petugas kemudian melakukan pencarian kepada FP dan menetapkannya sebagai DPO. Petugas pun mendapatkan informasi keberadaan FP di daerah Godean dan menangkapnya, Minggu (15/3/2021).

“Dari pemeriksaan FP ini selalu berpindah-pindah tempat. Sebab takut dicari polisi,” ujarnya.

Kedua tersangka dalam kasus ini dijerat Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP subsider Pasal 80 ayat (1) Jo 76 C Undang-Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini