Kejati Periksa Mantan Sekda Buleleng soal Dugaan Korupsi Rumah Jabatan

Indira Arri, RCTI · Selasa 23 Maret 2021 22:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 244 2382941 kejati-periksa-mantan-sekda-buleleng-soal-dugaan-korupsi-rumah-jabatan-ir6s6BwdW9.jpg Foto: iNews

DENPASAR  Kejaksaan Tinggi Bali memeriksa mantan Sekretaris Daerah Buleleng, Dewa Ketut Puspaka, sebagai saksi terkait dugaan korupsi penyimpangan  anggaran rumah jabatan sekda yang merugikan negara hingga Rp800 juta.

(Baca juga: Ridwan Kamil Rangkul Swasta Akselerasi Vaksinasi Covid-19 di Jabar)

Kasi Penkum Kejati Bali, Luga Harlianto mengatakan, selain Puspaka ada empat orang lainnya yang dimintai keterangan terkait masalah usulan penganggaran dalam APBD sampai penunjukan rumah hingga pencairan anggaran.

(Baca juga: Kesaksian Mengejutkan Anak Freddy Budiman Usai Ayahnya Tewas di Tangan Regu Tembak)

“Penyidik minta keterangan terkait sewa rumah. Hari ini ada empat orang yang dimintai keterangan. untuk informasi kami tidak bisa memberikan secara detail. Kami akan melakukan pemeriksaan semua saksi yang ada,” ujar Harlianto, Jumat (23/3/2021).

Setelah memberikan keterangan selama kurang lebih 8 jam, Puspaka menyatakan dirinya menjalani pemeriksaan dengan sangat nyaman. Terkait pengembalian besaran nilai uang yang dikembalikan ke kas daerah, menurutnya nilai tersebut telah berdasar hitungan yang telah ada.

Sebelumnya, penyidik Kejati Bali mengungkap ada dugaan penyimpangan anggaran terkait pengadaan rumah jabatan.

Dari dokumen yang telah disita penyidik, ada kesepakatan sewa menyewa menggunakan rumah pribadi dan uang sewa masuk ke rekening pribadi pemilik rumah. Kerugian negara yang ditimbulkan akibat penyimpangan anggaran ini diprediksi lebih dari Rp800 juta.

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini