Terungkap, Anak yang Bunuh Bapak di Malang Idap Gangguan Jiwa Selama 5 Tahun

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 23 Maret 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 519 2382811 terungkap-anak-yang-bunuh-bapak-di-malang-idap-gangguan-jiwa-selama-5-tahun-l1vI27LxlU.jpg TKP anak bunuh bapak kandung di Malang. (Foto : Okezone/Avirista Midaada)

MALANG - Anak yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap bapaknya di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah lama mengidap gangguan jiwa. Pelaku yang bernama Adi Pratama telah beberapa kali keluar masuk rumah sakit jiwa.

Kepala Desa (Kades) Bumirejo Sugeng Wicaksono mengatakan, pelaku sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit jiwa. Bahkan, terakhir kali Adi dirawat di RSJ Lawang pada awal tahun ini.

"Pada dasarnya Adi ini depresi dia sudah sering keluar masuk RSJ kejadian terakhir kalau enggak bulan 1 atau 2 tahun ini. Sudah bolak-balik jadi setiap kambuh dibawa ke RSJ Lawang. Kalau enggak gitu diterapi dokter yang merawat rawat jalan," ucap Sugeng ditemui awak media di Desa Bumirejo, Dampit pada Selasa (22/3/2021) siang.

Ia menjelaskan, Adi telah mengidap gangguan jiwa selama 5 tahun terakhir. Namun, semenjak bercerai dengan istrinya, gangguan jiwa yang dialami kian parah.

"Dia sudah lima tahun ngalamin gitu. Sebelumnya cuma belum terlalu parah. Nah baru setelah pisah dengan istrinya, baru agak parah. Biasanya hanya teriak-teriak pas malam," ujarnya.

Ia menduga Adi kerap kali berulah lantaran ada kejadian yang menggoreskan luka di jiwanya yang membuat dia kerap berulah berteriak tidak jelas, bahkan hingga nekat membunuh sang ayah kandungnya Tamin pada Selasa dini hari (22/3/2021) pukul 01.00 WIB.

"Sejauh ini kita belum paham betul, ya kemungkinan terjadi sebuah peristiwa yang sempat menggoncang jiwanya kalau ODGJ murni kayaknya tidak. Kalau sudah sembuh mau minum obat," ucapnya.

Bahkan beragam cara medis dan nonmedis, dikatakan Sugeng, telah ditempuh keluarga Pak Tamin dan warga sekitar untuk mengobati Adi. Cara medis Adi anak pertama Tamin dibawa ke rumah sakit jiwa. Sedangkan nonmedis diobati melalui pengobatan alternatif yang dilakukan beberapa ustadz dan kiai.

Baca Juga : Anak yang Bunuh Bapak Kandung Diduga Mengidap Gangguan Jiwa

"Kita upayakan dirujukan ke RSJ sudah berkali-kali. Nah kemudian kita bantu pengobatan alternatif, tapi ya tetap masih belum bisa normal. Jadi prinsipnya diobatkan medis dan nonmedis. Diterapikan ke jamak ulama, tapi tetap aja (enggak berhasil)," tuturnya.

Sugeng menambahkan, terakhir kali Adi dirawat inap di rumah sakit jiwa pada sekitar bulan Januari atau Februari 2021. Dimana saat itu pria dengan satu anak ini diamankan warga sebab membawa senjata tajam. Lalu oleh warga sekitar Adi diamankan dan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang.

"Pernah bawa senjata tajam. Kita amankan langsung kita rujuk ke rumah sakit jiwa, disana dirawat hanya tiga hari normal pulang, akhirnya pulang," ungkapnya.

Namun setelah dibawa dari rumah sakit jiwa dan menjalani perawatan tiga, Sugeng menyatakan kondisi Adi masih saja kembali kambuh dengan sering berteriak-teriak.

"Kalau malam Adi ini sering teriak-teriak, minta tolong, malinglah. Semalam itu tetangga juga mendengar teriakan-teriakan, dikira oleh warga itu si Adi, enggak tahunya Pak Tamin," katanya.

Menurut Sugeng, keseharian Adi sebenarnya tidak terlalu mengganggu warga sekitar, bahkan Adi tergolong orang yang pendiam. Namun hampir setiap malam warga mendengar teriakan-teriakan dari Adi dari rumahnya.

Baca Juga : Heboh! Tiga Wanita Tewas Dibunuh Secara Sadis

"Wajar enggak mengganggu Adi-nya, secara interaksi dengan Pak Tamin, karena sifat Adi dan Pak Tamin sendiri pendiam. Adi juga pendiam. Sebenarnya Adi itu jauh dari sifat arogan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini