Penemuan Rangka Situs Kumitir Bisa Jadi Pembuka Informasi Manusia Klasik Majapahit

Aan haryono, Koran SI · Selasa 23 Maret 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 519 2382863 penemuan-rangka-situs-kumitir-bisa-jadi-pembuka-informasi-manusia-klasik-majapahit-pq40Hv5Un1.jpg (Foto : Istimewa)

SURABAYA – Penemuan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Majapahit di Situs Kumitir, Mojokerto beberapa waktu lalu bisa menjadi pembuka informasi manusia era klasik Majapahit.

Tiga kerangka manusia yang ditemukan selama ekskavasi tahap ketiga yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di area barat tempat pemakaman umum Dusun Bendo, Desa Kumitir. Rangka manusia itupun ditemukan saat mengangkat tanah di kedalaman 60 cm pada sektor C Situs Kumitir.

Pakar Antropologi Forensik Universitas Airlangga Dr. Phil. Toetik Koesbardiati yang turut tergabung dalam penelitian bersama tim Ekskavasi BPCB Jatim menuturkan, salah satu dari tiga temuan kerangka tersebut relatif utuh secara struktur. Temuan ini tentu menjadi informasi penting dalam berbagai rahasia yang bisa dibuka di era klasik Majapahit.

“Kondisinya memang sudah remuk di beberapa tempat. Namun struktur rangka dari tengkorak hingga kaki masih lengkap. Begitu pula bagian rusuk, tulang belakang, dan lengan,” katanya, Selasa (23/3/2021).

Dosen Antropologi Forensik Ragawi FISIP Universitas Airlangga ini menambahkan, dilihat berdasarkan pelvis dan tengkorak, kerangka tersebut diidentifikasi berjenis kelamin perempuan dengan estimasi umur 20-30 tahun dan tinggi badan 141-153 cm.

Toetik yang tergabung dalam upaya eskavasi sudah mengambil sampel bagian tulang telinga dan tulang tangan untuk diidentifikasi. Posisi kerangka perempuan itu pun cukup unik karena berposisi tengkurap. Makanya, analisis arkeotanatologi untuk mengetahui alasan posisi rangka tengkurap pun akan segera dilakukan apabila semua rangka telah terekspos dan data penggalian telah dilengkapi.

Baca Juga : Ekskavasi Situs Peninggalan Majapahit, Arkeolog Justru Temukan Kerangka Manusia

Dengan penentuan usia kerangka untuk mengetahui apakah kerangka tersebut berhubungan dengan era Majapahit ataukah kerangka manusia modern yang dikubur di sana. Hal tersebut perlu dilakukan lantaran tepat di sebelah timur lokasi penemuan kerangka adalah tempat pemakaman umum Dusun Bendo.

“Makanya kami perlu melakukan dating atau penanggalan untuk mengetahui secara pasti umur atau pada masa apa sisa rangka manusia ini pernah hidup,” jelasnya.

Apabila kerangka tersebut berasal dari era Majapahit, Toetik sendiri meyakini bahwa temuan ini akan sangar berharga bagi informasi manusia era klasik Majapahit yang masih jarang ditemui. Terlebih apabila analisis DNA telah didapat, peneliti dapat mengetahui afiliasi populasi dari kerangka tersebut.

“Kalau pun bukan dari era Majapahit, artinya masih manusia dari era modern, tetap saja temuan sisa rangka manusia ini bermakna untuk diteliti sepanjang tidak melanggar kode etik dan budaya lokal,” jelasnya.

Selain berpotensi menjadi temuan penting manusia era klasik Indonesia, kerangka ini pun juga dapat dijadikan media pendidikan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini