3 Mahasiswa UNS Sabet Juara 1 Agriverse International Essay Competition

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 24 Maret 2021 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 65 2383163 3-mahasiswa-uns-sabet-juara-1-agriverse-international-essay-competition-LRgJgssnPk.png 3 Mahasiwa UNS raih Juara 1. (Foto:UNS)

JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 1 pada ajang Agriverse International Essay Competition. Pada ajang ini, UNS mempercayai kepada 3 mahasiswanya untuk berlomba pada ajang Agriverse International Essay Competition.

Lomba esai bertaraf internasional ini diadakan oleh International Association of Students in Agricultural and Related Sciences Local Committee (IAAS LC) UNS yang terselenggara secara daring melalui media Zoom Cloud Meeting.

Ketiga mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi tersebut adalah Nugroho Hasan yang berasal dari Program Studi (Prodi) Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) 2018, Muhammad Fuadi Hakimi dari Prodi Teknik Mesin 2018, dan Fatata A’izza Rosyada dari Prodi Matematika.

Ketiganya tergabung dalam sebuah tim bernama Durio. Pada ajang ini, mereka berhasil merancang sebuah alat bernama Durio Loc Smart Tools yang dirancang selama kurang lebih 2 bulan.

Baca Juga: UNS Luncurkan 36 Produk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Hasan menjelaskan, Durio Loc Smart Tools adalah alat brongsong dan pengikat durian untuk menjaga buah tetap baik dan tidak busuk ketika banyak hujan dan tidak mudah jatuh. Alatnya terbagi jadi 3 komponen yaitu reservoir, micro control, dan plastik.

“Alat tersebut terintegrasi secara langsung dengan aplikasi di Android. Mekanismenya, data letak durian terekam ke GPS terus disimpan dalam SD card dan disalurkan oleh Arduino ke sensor Android, kemudian buah durian yang matang akan terdeteksi oleh alat itu,” katanya seperti dikutip dari laman UNS, Rabu (24/3/2021)

Dengan Durio Loc Smart Tools tersebut, tim Durio pun dinobatkan sebagai juara 1. Mereka tidak mengira akan menjadi pemenang dalam lomba ini. Apalagi, ketiganya berasal dari fakultas yang berbeda sehingga sulit untuk menyesuaikan jadwal masing-masing.

Berangkat dari kepedulian terhadap petani durian di Candimulyo, mereka berinisiatif untuk mengembangkan alat tersebut dengan harapan dapat membantu produktivitas para petani durian.

“Alasan yang melatarbelakangi ikut lomba ini yaitu banyaknya petani durian di Candimulyo, Magelang menurun produktivitas produksi duriannya karena tingginya curah hujan. Harapan kami, produk alat Durio Loc Smart Tools ini bisa dikembangkan lebih jauh dan dapat diimplementasikan di Candimulyo,Magelang,” terang Hasan mewakili teman-temannya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini