Cerita Gus Miftah Pernah Diminta Ganjar Pranowo Setop Pengajian

Taufik Budi, Okezone · Kamis 25 Maret 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 512 2383859 cerita-gus-miftah-pernah-diminta-ganjar-pranowo-setop-pengajian-lhiktratIk.jpg Gus Miftah (Foto: Taufik Budi)

SEMARANG – Dai kondang asal Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah menyinggung pernah ditelefon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menyelesaikan pengajiannya. Kala itu, dia tengah mengisi pengajian di Pemalang Jawa Tengah.

"Sekira enam bulan lalu, saya mengisi pengajian di Pemalang. Saya ditelefon seseorang yang saya kenal dekat, beliau adalah Gubernur Jawa Tengah,” kata Gus Miftah saat mengisi pengajian di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kamis (25/3/2021). 

“Kepada saya, beliau meminta agar pengajian segera diselesaikan karena sedang pandemi. Karena saya cinta pada beliau, saya langsung ikuti," kata Gus Miftah mengawali ceramah.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Anggap Ganjar & Anies Calon Mitra di Pilpres 2024

Dari cerita itu, Gus Miftah menebarkan pesan moral pada masyarakat untuk selalu taat pada pemerintah. Sebab sejatinya, kewajiban untuk taat pada pemerintah telah diatur dalam Alquran.

"Saya sampaikan pada jamaah, ini pelajaran penting bagi kita. Di musim pandemi seperti ini, kita harus manut pada pemerintah dan mengikuti pendapat para ahli. Jangan kita ikut orang-orang yang ahli berpendapat. Kalau pemerintah baik, kita wajib mengikuti. Kalau pemerintah salah, maka kritiklah dengan bahasa yang santun," terangnya.

Selain itu, Gus Miftah juga mengingatkan akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Semua paham-paham radikal, harus disingkirkan dari Indonesia.

"Saya punya pengalaman saat ngisi pengajian di Jateng, ada salah satu ASN guru yang mendukung khilafah. Ini tidak bisa dibiarkan, ia harus dicopot atau dipecat. Maka pada adik-adik pelajar, ojo nganti salah milih guru. Carilah guru yang menyenangkan, jangan yang menakutkan. Carilah guru yang ramah, bukan yang suka marah-marah," tegasnya.

Baca Juga:  Vaksinasi saat Puasa Ramadan, Ganjar Khawatir Ada yang Pingsan

Gus Miftah juga menyemangati para pelajar untuk tetap survive menghadapi pandemi Covid-19. Anak muda tak boleh putus asa, karena sebenarnya tidak ada ujian dari Tuhan yang melebihi kemampuan makhluknya.

"Insya Allah kalau mampu beradaptasi, maka akan selamat. Maka saya senang karena Pak Ganjar membuat simulasi-simulasi dalam rangka adaptasi dengan kebiasaan baru itu kepada masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan, sebelum pandemi sebenarnya memiliki program rutin keliling sekolah-sekolah bersama Gus Miftah. Selain meningkatkan spiritualitas, Ganjar sengaja menggandeng ulama yang dikenal gaul itu untuk mengobarkan semangat kebangsaan.

"Namun karena kondisi seperti ini, tentu program itu sementara terhenti. Tapi tadi saya sudah ngobrol sama Gus Miftah, nanti Ramadan kita lanjutkan. Konsepnya mungkin secara hybrid, yang ikut luring dikit, sisanya daring. Intinya, ini tidak boleh berhenti sebagai ikhtiar kita mencari jalan keluar agar kegiatan tetap berjalan," jelasnya.

Ganjar mengatakan sengaja menggandeng Gus Miftah karena dinilai cocok dengan kalangan milenial. Menurutnya, Gus Miftah memiliki spirit kebangsaan yang bagus dan cara penyampaiannya juga enak.

"Sambil guyon tapi mengena. Tadi saja misalnya, beliau menekankan bagaimana pentingnya memilih guru agar tidak tersesat. Pesan beliau jelas, ojo salah milih guru (jangan salah memilih guru). Ini penting disampaikan pada anak-anak kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini