3 Sekawan ITS Gagas Desain Alat Budidaya Ikan Lepas Pantai Otomatis

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 25 Maret 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 65 2383875 3-sekawan-its-gagas-desain-alat-budidaya-ikan-lepas-pantai-otomatis-FnF4U5UN8r.jpg 3 Mahasiwa ITS Surabaya (Foto: ITS)

JAKARTA - 3 Sekawan ITS yang tergabung dalam Tim Doa Ayah Ibu ITS berhasil mendesain alat budidaya ikan tuna lepas pantai otomatis bertenaga surya. Tim ini beranggotakan 3 mahasiswa Departemen Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS Surabaya.

Tim ini dinamakan mereka sebagai Tim Doa Ayah Ibu beranggotakan Muhammad Akbar Hardian, Dinda Febriani Analiyah, dan Brigitta Violna El Tito. Menurut Dinda Febriani, Indonesia memiliki potensi laut yang besar dan perlu lebih dimaksimalkan.

“Salah satu potensi besar yang perlu dimaksimalkan adalah budidaya ikan tuna lepas pantai,” katanya melalui siaran pers, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga: ITS Terima 1.279 Calon Mahasiswa SNMPTN 2021, Daya Tampung Naik Ada 8 Prodi Vokasi

Dinda menjelaskan, saat ini budidaya ikan lepas pantai di Indonesia masih dilakukan secara manual. Diperlukan sekitar 15-20 orang per hari untuk mengurus tempat budidaya ikan. ada risiko pekerjaan yang dihadapi seperti tingginya angka kecelakaan kerja.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim yang diketuai oleh Muhammad Akbar Hardian ini berinovasi mendesain sebuah alat budidaya ikan lepas pantai bernama Automatic Offshore Aquaculture with Solar Energy (ASTOR).

Alat ini didesain untuk meningkatkan produksi budidaya ikan tuna lepas pantai. “Ikan tuna merupakan potensi besar yang dimiliki Indonesia dengan kontribusi penghasilan sebesar USD 480 juta per tahunnya,” terang Dinda.

Baca Juga: Tim Spektronics ITS Sabet Juara Lomba Mobil Prototipe Berbahan Bakar Reaksi Kimia

ASTOR didesain untuk beroperasi secara otomatis yang dilengkapi dengan sistem monitor (monitoring system), sistem pemberiaan pakan (feeding system), ruang penyimpanan pakan (food storage), sistem sel surya (solar system), ruang penyimpanan (operational storage), dan sistem keamanan (security system) menggunakan kamera CCTV.

Dijelaskan Dinda, pemberian pakan dalam sistem tersebut dilakukan melalui feeding system yang terhubung langsung dengan monitoring system. Seluruh sistem dapat bekerja dengan energi listrik yang dihasilkan oleh sel surya.

Pemberian pakan oleh sistem dilakukan dua kali sehari. Sistem pemberi pakan akan menerima perintah dari sensor yang ada di dalam sistem monitor untuk mengeluarkan pakan. Sensor pada monitor terbagi menjadi 2 bagian, yaitu underwater sensor dan camera underwater. Kedua sensor tersebut menempel pada dinding keramba kolam yang terbuat dari pipa HDPE.

Sensor pada sistem monitoring di-setting untuk mengetahui waktu yang pas dalam memberi pakan ikan. Sensor dapat mengetahui ikan sedang lapar melalui tingkah laku ikan. Biasanya, ketika lapar ikan akan naik ke permukaan dan berada di bawah permukaan ketika sudah merasa kenyang.

“Sensor pada sistem monitor juga dapat mengetahui kualitas air dengan mengukur level pH air tersebut,” imbuh Dinda.

Dengan hadirnya ASTOR, menurut Dinda, memudahkan para nelayan untuk mengontrol serta memberi makan ikan secara otomatis tanpa harus pergi ke lepas pantai karena dapat dikontrol melalui darat.

Hal tersebut dapat mengefisiensi budidaya ikan lepas pantai dan meminimalisasi risiko kerja. Di samping itu, ASTOR juga dapat meningkatkan produksi ikan tuna di Indonesia.

Ikan tuna saat ini sudah masuk kategori penangkapan berlebih, sehingga dapat menyebabkan kepunahan. Peningkatan produksi ikan tuna diperlukan agar tetap menjaga keberadaan dan menutupi kebutuhan ikan tuna di Indonesia.

“Oleh karena itu, budidaya ikan tuna menggunakan ASTOR adalah cara yang tepat dalam mengatasi hal tersebut karena dapat membantu peningkatan produksi ikan melalui budidaya berkelanjutan (sustainable production),” tuturnya.

Jerih payah Tim Doa Ayah Ibu selama kurang lebih 3 bulan membuahkan hasil yang mengagumkan. Tim pencetus desain ASTOR ini termasuk 10 tim yang terpilih dari 50 tim yang ada sebagai finalis lomba Paper and Poster Competition Indonesia Ocean Expo (IOE) 2021 yang diselenggarakan oleh ITB beberapa waktu lalu.

Melalui inovasinya ini, Dinda dan tim berharap inovasi desainnya tersebut akan membantu Indonesia dalam memanfaatkan potensi laut di Indonesia lebih baik lagi, terlebih untuk budidaya berkelanjutan ikan tuna. Diharapkan juga desain alat yang dibuat oleh tim ini dapat segera direalisasikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini