Dihantam Arus Sungai Cimanuk, Jembatan Penghubung Majalengka-Sumedang Putus

Inin Nastain, Koran SI · Jum'at 26 Maret 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 525 2384371 dihantam-arus-sungai-cimanuk-jembatan-penghubung-majalengka-sumedang-putus-inwXGXvpER.jpg Jembatan gantung yang roboh akibat luapan sungai cimanuk (foto: ist)

MAJALENGKA - Hujan yang masih rutin mengguyur Kabupaten Majalengka mengakibatkan terputusnya jembatan gantung, yang menghubungkan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Jembatan gantung yang membelah sungai Cimanuk dan menghubungkan Desa Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten, Majalengka- Desa Palabuhan, Kecamatan Ujungjaya, Sumedang sepanjang 140 meter itu terputus lantaran tergerus air sungai yang meluap. Jembatan sendiri baru diresmikan sekitar 15 hari dan dihadiri Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

"Tadi malam jam 9 jembatan ini putus karena curah hujan yang tinggi membuat sungai Cimanuk ini meluap. Sehingga jembatan gantung ini putus," kata Babinsa Desa Babakan Anyar, Sertu Nana Supriatna kepada wartawan, Jumat (26/3/2021).

Baca juga:  Jembatan Penghubung RW 04 Cipinang Melayu Ambruk, Akses Warga Terputus

Dijelaskannya, sebelum terputus, air sempat menggenangi geladak jembatan. Selain itu, banyaknya sampah yang menyangkut, menambah beban jembatan gantung itu.

"Jembatan ini tidak kuat menahan arus sungai yang disertai dengan sampah yang tersangkut seperti kayu dan bambu akhirnya tidak kuat menahan beban," jelas Nana.

 Baca juga: Proyek Jembatan Senilai Rp25,9 Miliar Ambruk di Pangkalpinang, Ini Penyebabnya

"Saat kejadian tidak ada warga yang melintas karena kondisinya hujan lebat. Hari Senin nanti juga rencananya kawat seling akan dikencangkan karena memang secara berkala harus dikencangkan," lanjut dia.

Sementara itu, Kepala Desa Babakan Anyar Budi Wahyu Darmadi mengatakan, putusnya jembatan gantung tersebut menghambat aktivitas warga. Pasalnya, warga biasa beraktivitas dengan menggunakan jembatan itu.

"Sangat merugikan sekali terutama bagi masyarakat yang selalu melintasi jembatan ini. Jadi masyarakat terpaksa harus muter lagi ke jalan raya biasa dan itu memerlukan waktu dan ongkos lebih," jelas Budi.

"Saya mohon diperbaiki lagi karena material jembatannya tidak hanyut masih tersangkut di pinggir sungai," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini