Gunung Merapi Semburkan Wedus Gembel dan 19 Kali Lava Pijar Pagi Ini

Suharjono, Koran SI · Selasa 30 Maret 2021 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 510 2386350 gunung-merapi-semburkan-wedus-gembel-dan-19-kali-lava-pijar-pagi-ini-jPjbTJAUfu.jpg Gunung Merapi (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA - Aktivitas vulkanik di Gunung Merapi masih sulit diprediksi. Pagi Ini, gunung yang berada di perbatasan antara DI Yogyakarta dan Jawa Tengah itu kembali menyemburkan awan panas guguran atau dikenal dengan sebutan wedus gembel.

Kepala Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, semburan awan panas pagi tadi terjadi pada pukul 7.06 WIB. Awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 135 detik.

"Jarak luncur awan panas ini sekitar 1500 meter ke arah barat daya. Angin bertiup ke utara," terangnya di Yogyakarta, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: BPPTKG: Gunung Merapi 3 Kali Muntahkan Awan Panas Guguran Pagi ini

Dijelaskannya, Dengan adanya awan panas dan arah angin ke utara, pihaknya meminta warga waspada kemungkinan terjadi hujan abu. Hal ini juga disampaikan akun Twitter BPBD Magelang yang menyebutkan beberap daerah di kawasan rawan bencana (KRB) III dilaporkan terjadi hujan abu tipis, namun sudah mereda.

Selain awan panas guguran, sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB pagi ini, dilaporkan terjadi 19 kali guguran lava pijar. Namun demikian, jarak luncur masih aman karena maksimal masih 1 Km.

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km

"Masih sesuai rekomendasi, artinya jarak luncur awan panas dan lava pijar masih belum sampai membahayakan pemukiman warga lereng Merapi. Rekomendasi kami aktivitas warga aman untuk jarak lebih dari 5 km dari puncak Merapi, " ulasnya.

Hanik juga meminta warga waspada saat terjadi hujan di puncak Merapi. Hal ini rawan membawa material lahar hujan yang bisa memenuhi akur alur sungai yang berhulu di lereng Merapi.

"Kami meminta penambang pasir di alur sungai yang hulunya Merapi waspada kemungkinan lahar hujan atau dikenal lahar dingin," bebernya.

Dari periode pengamatan enam jam tersebut, juga dilaporkan terjadi gempa guguran 50 kali, gempa hembusan 1 kali dan gempa fase banyak dua kali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini