Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka, Tapi...

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 30 Maret 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 519 2386618 pendakian-gunung-semeru-kembali-dibuka-tapi-8Uof360AkW.jpg Gunung Semeru (foto: istimewa)

MALANG - Pendakian ke Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, akhirnya dibuka Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS). BB-TNBTS selaku pengelola membuka akses pendakian kembali pada 1 April 2021.

Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi yang dilakukan pada 29 Maret 2021 dengan sejumlah instansi. TNBTS sendiri menuangkan keputusan pembukaan pendakian ke Gunung Semeru melalui surat edaran Nomor PG.08/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/3/2021). Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Plt Kepala BB-TNBTS Agus Budi Santosa.

Baca juga:   Aktivitas Vulkanik Sejumlah Gunung Terus Meningkat, Ini Kata Pakar ITB

Menurut Agus, pembukaan pendakian ke Gunung Semeru akan dilakukan pada 1 April 2021 mendatang, dengan penerapan SOP pendakian di masa adaptasi kebiasaan baru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

"Pembelian karcis masuk melalui booking online pada situasi bookingsemeru.bromotenggersemeru.org. Dimana jumlah kuota pendakian yang disepakati adalah 180 orang per hari, jadi dibatasi," ucap Agus Budi Santosa melalui rilis yang diterima MNC Portal Indonesia, Selasa (30/3/2021).

 Baca juga: Pantau Dampak Erupsi Gunung Semeru, Mensos: Minimal Cadangan Makanan Harus Ada

Nantinya disebutkan Agus, evaluasi pembatasan kuota pendakian sebanyak maksimal 30 persen dari kuota tersebut akan dievaluasi di bulan berikutnya.

"Batas pendakian yang diizinkan maksimal tiga hari dan dua malam, dengan batas pendakian hingga Kalimati," tuturnya.

Adapun syarat pendakian yang diperlukan juga masih sama dengan sebelumnya, di antaranya membawa surat kesehatan dari puskesmas sesuai alamat KTP, membawa identitas diri, pendaki yang dibawah usia 17 tahun melampirkan surat keterangan izin orang tua yang ditandatangani orang tua atau wali murid di atas materai Rp 6.000, dan wajib menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru selama di area kawasan.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini