Terjerat Narkoba, Gaji Kadis Kota Malang Dipotong 50%

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 30 Maret 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 519 2386683 terjerat-narkoba-gaji-kadis-kota-malang-dipotong-50-gdOELlibNp.jpg Wali Kota Malang Sutiaji (Foto : Okezone.com/Avirista)

KOTA MALANG – Pasca terjerat kasus narkoba, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Kadispangtan) Kota Malang, Ade Herawanto mendapat sejumlah sanksi dari Pemkot Malang. Sanksi pertama ia dibebastugaskan dari jabatannya sebagai kepala dinas, sedangkan haknya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dipotong 50%.

Wali Kota Malang, Sutiaji menuturkan, sanksi tersebut diberikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2020 atas perubahan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen ASN mengatur pemberhentian sementara ASN karena tersangkut persoalan hukum.

Baca juga:  Pakai Sabu, Oknum Kepala Dinas di Pemkot Malang Ditangkap

Dimana sesuai Pasal 276, ASN diberhentikan sementara karena ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana dan dilakukan penahanan. Pemberhentian sementara ini terhitung sejak ditahan berdasarkan Pasal 282, dan Pasal 276 huruf C, ASN yang diberhentikan tidak diberikan penghasilan.

PNS yang diberhentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diberikan uang pemberhentian sementara, namun dipotong haknya.

"Uang pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat 2 Pasal 282 diberikan sebesar 50 persen dari penghasilan jabatan terakhir sebagai PNS, sebelum diberhentikan sementara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," ungkap Sutiaji, pada Selasa (30/3/2021) ditemui media di Balai Kota Malang.

 Baca juga: Oknum Anggota DPRD & 2 PNS di Sulut Terlibat Jaringan Narkoba

Sesuai dengan aturan yang berlaku, AH terancam diberhentikan dengan tidak hormat sebagai ASN. Hal ini diperparah bila adanya keputusan pengadilan yang mengikat bahwa yang bersangkutan dinyatakna bersalah dan dihukum penjara paling singkat dua tahun penjara. Sebagaimana tertuang pada Pasal 283 huruf d PP Nomor 11 Tahun 2020 perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen ASN.

"Kami sudah melakukan telaah, pemberhentian sementara berlaku sampai adanya keputusan tetap pengadilan atau Inkrah," tegas Sutiaji.

Menurut Sutiaji, selama berkarir sebagai ASN di Pemkot Malang, kinerja AH dinilai cukup bagus. Namun, jika beban kerja dijadikan alasan menggunakan narkoba dinilai tak rasional.

"Kerjanya bagus, kalau beban kerja dijadikan alasan, itu versi Pak AH, tetapi sekarang Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian lebih ringan dibandingkan dulu yakni Kepala Badan Pendapatan," tutur Sutiaji.

Sutiaji menegaskan, bahwa Pemkot Malang tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap AH, karena persoalan yang dihadapi diluar kebutuhan kedinasan.

"Tidak ada bantuan hukum, karena bukan soal kedinasan. Kami justru harus komitmen untuk perang terhadap narkoba," tandasnya.

Seperti diberitakan, AH ditangkap Satreskoba Polresta Malang Kota di rumahnya Jalan Terusan Kayan A-137, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (25/3/2021), pukul 07.00 WIB. Dari penangkapan sekaligus penggeledahan, petugas menyita barang bukti sabu-sabu seberat 1,5 gram. Selain AH, petugas juga menangkap lima tersangka lain, dua diantaranya adalah perempuan.

Barang bukti adalah 1,5 butir ekstasi, 4 poket sabu-sabu seberat 16,52 gram, 20 poket ganja kering seberat 39,23 gram, dan satu buah handphone merk Samsung warna hitam.

"Pasal yang dikenakan kepada tersangka adalah Pasal 111 ayat (1), Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1), Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman adalah lima tahun, sampai dengan 20 tahun penjara," sebut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, Minggu (28/3/2021), lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini