Terduga Teroris Tulungagung Ditangkap saat Jalan Sore Bersama Istri dan Anak

Solichan Arif, Koran SI · Selasa 30 Maret 2021 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 519 2386785 terduga-teroris-tulungagung-ditangkap-saat-jalan-sore-bersama-istri-dan-anak-GwTJWAjKcr.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TULUNGAGUNG - Penangkapan NM (44) warga Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung yang diduga terlibat jaringan teroris berlangsung di jalan raya.

NM diamankan bersama MB (36), istri serta anak bungsunya yang masih berusia dua tahun. Pasutri tersebut ditangkap saat jalan jalan sore (JJS) mengendarai sepeda motor.

"Katanya diamankan di jalan raya Tulungagung," tutur Abu Umar (73) mertua NM saat ditemui Sindonews.com di rumah NM Selasa (30/3/2021) petang.

Baca juga:  Diduga Terlibat Kelompok Teroris, Satu Orang Ditangkap di Tulungagung

Rumah Abu Umar berada di belakang rumah NM. Sementara rumah NM berada di pinggir jalan. Di ruang tamu rumah NM, Abu Umar ditemani istri dan anaknya nomor empat yang bernama Faisal.

Faisal merupakan kakak kandung MB, istri Abu Umar. Perkiraaan Abu Umar, penangkapan terhadap menantu, anak dan cucunya berlangsung sekitar pukul 14.30 Wib. Sebab sekitar pukul 15.00 Wib, aparat tiba di rumah NM. Beberapa diantaranya bersenjata lengkap.

"Saat itu saya selesai salat ashar. Jumlahnya banyak," tutur Abu Umar menjelaskan.

 Baca juga: BNPT Ibaratkan Radikalisme Seperti Virus untuk Sistem Politik dan Agama

Disaksikan perangkat desa, kata Abu Umar, petugas melakukan penggeledahan isi rumah NM. Semua tempat sudut tempat dicek. Beberapa petugas juga memeriksa lantai dua rumah. Sejumlah barang diangkut dari kamar menantunya. Ia mengaku tidak tahu pasti apa yang dibawa, yang lalu dimasukkan ke dalam mobil.

"Ada yang naik ke lantai atas. Ada yang bersenjata lengkap," terang Abu Umar.

Sindonews.com sempat masuk ke kamar NM yang usai digeledah petugas. Isi ruangan dalam kondisi masih berantakan. Terutama baju. Terlihat berserak di atas lantai, tepat di depan almari. Pintu almari dalam posisi terbuka. Beberapa tumpukan baju juga terlihat berserak di atas tempat tidur busa.

Baik di kamar maupun lokasi rumah petugas tidak memasang garis polisi. "Kondisinya ya seperti itu setelah digeledah," papar Abu Umar menambahkan.

NM berasal dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Ia menikahi MB atau putri Abu Umar pada tahun 2005 dan dikarunia dua anak. Sejak menikah pasutri tersebut bertempat tinggal di Desa Tenggur.

Peristiwa penangkapan NM beserta istri serta anaknya yang masih berusia balita tersebut, diakui Abu Umar sangat mengejutkan. Sebab hingga saat ini keluarga belum tahu pasti posisi ketiganya. Ponsel keduanya juga sudah tidak bisa dihubungi. Informasi yang disampaikan Kapolsek, kata Abu Umar, menantu, anak serta cucunya berada di Polres Tulungagung.

"Saya sangat kaget. Keluarga kaget. Kata pak Kapolsek ada di Polres. Tadi juga datang petugas perempuan untuk mengambil baju anak anak untuk cucu saya," papar Abu Umar yang berharap keluarganya bisa segera dipulangkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini