Serangan di Sudan Selatan Tewaskan Hampir 30 Orang

Agregasi VOA, · Kamis 01 April 2021 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 18 2387854 serangan-di-sudan-selatan-tewaskan-hampir-30-orang-EXUUbG5Dgg.jpg Ilustrasi serangan (Foto: Reuters)

SUDAN - Serangkaian serangan berdarah di jalan-jalan di Sudan Selatan, termasuk satu serangan terhadap konvoi gubernur yang baru kembali dari lokasi serangan sebelumnya, menewaskan hampir 30 orang.

Pejabat-pejabat di negara bagian Eastern Equatoria mengatakan sekelompok laki-laki membunuh seorang penjaga keamanan Gubernur Louis Lobong Lojore dan seorang perempuan pada Senin (29/3). Peristiwa itu terjadi sehari setelah sekelompok remaja bersenjata yang diduga berasal dari kota Kapoeta menyerang kawasan yang disebut sebagai “Kamp 15” di mana anggota-anggota etnis komunitas Buya tinggal.

Gubernur Lojore mengatakan motif di balik serangan pada Minggu (28/3) diyakini sebagai pembalasan terhadap serangan di SPLM-in Opposition di Kota Lowuareng.

(Baca juga: Utusan PBB: Potensi Pertumpahan Darah dan Perang Saudara di Myanmar Tidak Terelakkan)

“Ada insiden di Lowuareng di mana sebuah lokasi diubah menjadi pasar kecil dan diserang oleh orang-orang yang diduga sebagai remaja dari komunitas Buya, menewaskan lima orang. Jadi ini pembalasan atas hal itu,” ujar Lojore pada VOA.

Lojore pada Senin (31/3) lalu sedang melakukan perjalanan ke Camp 15 untuk menenangkan situasi pasca serangan hari Minggu di sebuah pusat perbelanjaan.

Menteri Penerangan Negara Bagian Torit Patrick Oting mengatakan tak lama setelah konvoi gubernur meninggalkan kamp itu untuk kembali ke ibu kota negara bagian Torit, sekelompok laki-laki bersenjata menyerang konvoi itu, menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnnya.

Sementara di negara bagian Central Equatoria, sekelompok laki-laki bersenjata menewaskan 10 orang lainnya dalam dua insiden terpisah di jalan yang sama. Empat orang yang sedang melakukan perjalanan tewas hari Minggu ketika melakukan perjalanan di Juba Yei Road, sementara enam lainnya tewas di tangan sekelompok orang tidak dikenal pada Senin (29/3) lalu.

(Baca juga: 200 Ribu Hewan Kemungkinan Mati Dampak Kapal Raksasa Sumbat Terusan Suez)

Dalam konferensi pers pada Senin (29/3), pejabat-pejabat Central Equatoria menuding pemberontak Front Keselamatan Nasional NAS yang dipimpin Thomas Cirillo sebagai pelaku serangan itu. Menteri Penerangan Paulino Lukudu mengatakan pasukan NAS juga melancarkan serangan di Lasu dan Lata.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini