Modus Tawari Proyek, ASN Gadungan Tipu Warga hingga Rp100 Juta

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 01 April 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 510 2388024 modus-tawari-proyek-asn-gadungan-tipu-warga-hingga-rp100-juta-7ILJKL3j4i.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

SLEMAN - Seorang pemuda berinisial MI (26) harus berurusan dengan pihak kepolisian, setelah menipu warga Berbah, Sleman, Aditya Kurniawan (21), hingga Rp100 juta.

Modusnya, MI mengajak korban mengerjakan proyek dengan mendirikan perseoran terbatas (PT). Untuk mengurus izin pendirian dan legalitas PT tersebut, pelaku meminta uang kepada korban hingga Rp100 juta. Namun, setelah korban mengirim uang tidak ada kabarnya. Kini warga Jakarta Utara itu pun sekarang harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Berbah, Sleman.

Baca juga:  Polisi Gadungan Beraksi di Jakarta, Pacari 3 Wanita & Tipu Korban Rp18 Juta

Kapolsek Berbah, Sleman, Kompol Eko Wahyu Nugraheni mengatakan, kasus ini berawal saat MI yang mengaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), berkenalan dan berteman dengan korban yang berprofesi sebagai kontraktor di media sosial facebook (FB).

Setelah berteman, Oktober 2020, MI mengajak kerjasama dengan korban untuk mengerjakan proyek. Dalam kerjasama itu, MI meminta korban untuk mengirimkan sejumlah dana guna keperluan izin mendirikan dan legalitas Perseroan Terbatas (PT).

Baca juga:  Ratusan Korban Investasi Bodong Siswi SMA Bengkulu Utara dari Berbagai Daerah

Untuk menyakinkan korban, MI menunjukkan beberapa dokumen administrasi seperti KTP, SIM dan foto-foto dirinya dengan menggunakan seragam ASN. Karena percaya, korban pun menerima tawaran dan bersedia mengirimkan sejumlah uang yang diminta.

“Total uang yang sudah dikirim korban Rp100 juta. Pengiriman dilakukan secara bertahap,” kata Eko Wahyu.

Namun setelah mengirimkan uang tersebut, korban belum juga mendapatkan kabar, kapan proyek tersebut akan dikerjakan. Karena proyek yang dijanjikan tidak kunjung ada, korban mulai curiga, apalagi MI juga mulai susah dihubungi. Akhirnya korban melaporkan hal itu ke Mapolsek Berbah.

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelapor dan mengumpulkan data pendukung lainnya yang berhubungan dengan perkara tersebut.

Dari informasi yang didapatkan, petugas berhasil mengetahui keberadaan MI dan menangkap serta membawanya ke Mapolsek Berbah. “MI kami tangkap di Jakarta Utara,” paparnya.

MI dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau pasal 372 KUHP tentang pengelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini