Mertua Terduga Teroris Malu, Sering Beri Tausiyah soal Keutuhan NKRI Menantunya Malah Ditangkap

Solichan Arif, Koran SI · Kamis 01 April 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 519 2387566 mertua-terduga-teroris-malu-sering-beri-tausiyah-soal-keutuhan-nkri-menantunya-malah-ditangkap-EaFL8HHPfV.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

TULUNGAGUNG - Muka Abu Umar (73), mertua NM, seperti tertampar saat mengetahui menantunya itu ditangkap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Apalagi, penggeledahan mengundang perhatian banyak warga. Abu Umar merasa sangat terpukul.

NM (44) merupakan warga Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

"Malu. Orang orang orang pasti sudah membicarakan, menantu Mbah Abu ditangkap Densus," ujarnya, Rabu (31/3/2021).

"Sebab orang orang pada berdatangan ingin melihat. Yang lewat juga berhenti, ingin melihat," lanjutnya.

Dia mengungkapkan perasaanya. Abu Umar merupakan mantan Kepala Desa Tenggur tahun 1986-1994.

Baca juga: Pria yang Ditangkap Densus 88 di Ciputat Diduga Terkait Pembuatan Bahan Peledak

Selama menjabat kades, hubungannya dengan muspika, yakni camat dan kapolsek serta sejumlah pejabat Pemkab Tulungagung, relatif dekat.

Apalagi saat itu ia juga menjadi Ketua NU Kecamatan Rejotangan. Sebagai ketua NU Abu Umar mengaku selalu memberi tausiyah kepada warga, betapa pentingnya keutuhan NKRI. Sementara saat ini menantunya ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat jaringan teroris. NM diduga anggota JAD yang terkait dengan pelaku aksi bom bunuh diri di gereja Makassar Sulawesi Selatan.

"Saya juga pernah menjadi Ketua NU kecamatan," kata Abu Umar.

Latar belakang sebagai mantan kades sekaligus ketua NU kecamatan tersebut, kata Abu Umar yang membuat bebannya terasa semakin berat. Selama menjadi kepala keluarga, ia mengaku belum pernah mengalami cobaan seberat hari ini. Ia mengibaratkan telah menanam padi. Tapi yang tumbuh malah rumput liar.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris, Sita Buku Tabungan dan Majalah

"Nandur pari tukule malah suket teki (menanam padi tapi yang tumbuh rumput liar)," keluh Abu Umar yang mengaku butuh waktu lama untuk memulihkan apa yang ia alami.

Meski malu dan terpukul, Abu Umar tetap berharap menantunya tidak terlibat dengan jaringan teroris seperti yang diduga aparat. Sebab selama ini ia tidak melihat gejala yang aneh.

Dalam sehari-hari NM juga berinteraksi dengan lingkungan seperti lazimnya warga lain. NM berasal dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Ia menikahi MB pada tahun 2005 dan dikarunia dua anak. Sejak menikah, NM yang merupakan anak tunggal, bertempat tinggal di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan.

"Kalau aneh-aneh tentu saya tahu. Semoga tidak terlibat," kata Abu Umar.

NM diamankan Densus 88 Anti Teror Selasa (30/3) sore di jalan Raya Buntaran, Kabupaten Tulungagung. Ia ditangkap saat jalan jalan sore bersama MB (36), istri dan anaknya yang masih berusia dua tahun. Menyusul penangkapan, Densus 88 langsung menggeledah rumah NM.

Di kamar NM, Densus menemukan dua pucuk senjata api rakitan model pistol serta beberapa selongsong peluru. Sementara Abu Umar bertempat tinggal di belakang rumah NM. Saat rumah menantunya digeledah, ia mengaku sempat tidak berani mendekat.

Sementara Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto mengatakan Rabu ini (31/3), NM sudah dibawa ke Surabaya untuk menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur. Sementara MB, istri NM diperiksa di Polres Tulungagung dan rencananya akan dipulangkan.

Handono juga membenarkan, dalam penangkapan disertai penggeledahan di rumah NM, petugas menyita dua pucuk senjata api rakitan."Iya benar. Saya melihat dua pucuk senjata rakitan yang ditemukan. Seperti pistol dua biji dan beberapa selongsong peluru," kata Handono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini