Sebar Hoaks Rumah Korban Kebakaran Kilang Minyak Balongan Dijarah, 2 Orang Ditangkap

Fathnur Rohman, Okezone · Kamis 01 April 2021 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 525 2388122 sebar-hoaks-rumah-korban-kebakaran-kilang-minyak-balongan-dijarah-2-orang-ditangkap-8P35xvpRzP.jpg 2 pelaku hoax kebakaran kilang minyak balongan saat ditangkap (foto: Okezone/Fathnur)

INDRAMAYU - Dua orang youtuber asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hanya bisa tertunduk lesu saat diamankan oleh Satuan Reskrim Polres Indramayu. Keduanya sempat membuat gaduh dan menyebarkan informasi hoaks, terkait kebakaran kilang minyak Balongan.

Dua orang youtuber tersebut adalah seorang pria berinisial SH (32), dan seorang perempuan berinisial BS (19). Keduanya diamankan petugas pada Selasa, 30 Maret 2021.

Baca juga:  4 Hari di Pengungsian, Korban Kebakaran Kilang Minyak Balongan Ingin Pulang

Disampaikan Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara melalui Kanit II Tipidter Sat Reskrim Polres Indramayu, Ipda Ardian, kedua youtuber itu telah membuat konten hoaks di kanal youtube.

Mereka menyebarkan informasi bohong, kalau barang berharga di rumah warga yang dicuri, setelah insiden kebakaran di tangki kilang minyak Pertamina RU VI Balongan terjadi.

"Polres Indramayu bersama tim cyber telah mengamankan dua pelaku penyebaran berita bohong, terkait adanya pencurian atau pengambilan barang-barang di rumah pengungsi," kata Ardian, Kamis (1/4/2021).

Baca juga:  Dirut Pertamina Tanggung Biaya Korban Ledakan Kilang Minyak Balongan

Dalam unggahannya, lanjut Ardian, kedua youtuber itu memposting, kalau barang berharga milik pengungsi seperti sepeda motor dan televisi dijarah maling.

 

Menurutnya, informasi ini termasuk hoaks, lantaran setelah kejadian banyak petugas kepolisian dan warga yang bersiaga pasca insiden itu.

"Kita dapatkan identitas pengunggah awal. Kemudian kita amankan. Modus mereka ingin menaikan rating akun youtubenya," ujar Ardian.

Akibat perbuatannya, kedua youtuber tersebut bakal dijerat pasal 28 Ayat (2) Jo pasal 45 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman kurungangan penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp1 Miliar.

"Kita amankan juga sejumlah barang bukti seperti gadget, laptop, dan tangkapan layar postingannya," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini