Jumat Agung, Jemaat di Gereja Badung Ibadah Gunakan Busana Adat Bali

Bagus Alit, iNews · Jum'at 02 April 2021 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 02 244 2388410 jumat-agung-jemaat-di-gereja-badung-ibadah-gunakan-busana-adat-bali-guF5THKf5N.jpg Jemaat GKPB di Mengwi, Badung, Bali, menggunakan baju adat Bali saat menjalankan ibadah Jumat Agung, Jumat (2/4/2021). (Foto : iNews/Bagus Alit)

BADUNG – Puluhan jemaat mendatangi Gereja Kristen Protestan GKPB jemaat galang ning hyang-abianbase, Mengwi, Badung, Bali, sejak pagi hari untuk mengikuti ibadah Jumat Agung, (2/4/2021).

Mereka disiplin mengikuti protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan dicek suhu tubuhnya sebelum masuk ke gereja. Petugas keamanan gereja juga memeriksa satu per satu tas bawaan jemaat untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

Namun, terdapat nuansa unik yang muncul dalam prosesi ibadah tersebut. Para jemaat yang hadir menggunakan baju adat Bali. Hal ini dilakukan karena umat Kristen di Abianbase merasa perlu melestarikan warisan nenek moyang yang telah berlangsung secara turun temurun.

Para jemaat wanita menggunakan kebaya dan kain endek khas bali. Jemaat pria mengenakan baju safari yang dipadukan dengan udeng atau ikat kepala khas bali serta kain khas bali lengkap dengan saputnya. Akulturasi budaya semacam ini tak hanya terjadi pada saat hari-hari besar keagamaan Kristen. Tapi, juga di setiap ibadah rutin yang dilaksanakan para jemaat. Selain mengenakan pakaian adat Bali, akulturasi budaya juga terlihat pada bangunan gereja yang kental dengan arsitektur Bali.

“Kami tidak meninggalkan budaya. Inilah budaya kami dan kami ikut menjaga kelestarian budaya,” kata Sekretaris GKPB jemaat galang ning hyang-abianbase, Putu Hans Widiatmika, Jumat (2/4/2021).

Baca Juga : 300 Jemaat Akan Ikuti Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta

Sementara itu, untuk menjamin kenyaman para jemaat melaksanakan ibadah Jumat Agung, puluhan anggota Polres Badung terlebih dulu melakukan penyisiran dan sterilisasi di bagian dalam maupun luar bangunan gereja. Penyisiran dan sterilisasi dilakukan sebagai antisipasi kerawanan yang berpotensi mengganggu jalannya rangkaian ibadah paskah.

Selain mengerahkan 170 personel yang berjaga menggunakan rompi anti peluru dan senjata laras panjang di 40 gereja dan rumah ibadah di wilayah hukum polres badung, pihak polres juga menyiagakan 1 peleton pasukan yang bertugas melakukan patroli.

“Kami all out melaksanakan pengamanan. Kami berharap dengan pengamanan dari kami dengan dibantu rekan-rekan TNIi dan unsur masyarakat mudah-mudahan ibadah berjalan lancar,” kata Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi.

Baca Juga : Pengamanan Super Ketat, Panser Anoa TNI AD Disiagakan di Gereja Katedral

Sementara itu, pelaksanaan ibadah Jumat Agung secara umum berlangsung lancar. Berdasarkan pantauan, para jemaat secara kusyuk mengikuti khutbah dan doa bersama. Untuk meminimalkan jumlah umat yang dating, pihak gereja juga menyiapkan ibadah secara on line melalui live streaming.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini