Ujicoba Belajar Tatap Muka di Jateng, Pelanggaran Prokes Justru Banyak Dilakukan Guru

Taufik Budi, Okezone · Senin 05 April 2021 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 512 2389826 ujicoba-belajar-tatap-muka-di-jateng-pelanggaran-prokes-justru-banyak-dilakukan-guru-Fj6TlkpGo4.jpg Foto: Pemprov Jateng

SEMARANG – Sejumlah sekolah di Jawa Tengah menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (5/4/2021). Tak semua berjalan mulus, karena ditemukan beberapa pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Pelanggaran itu ditemukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di antaranya adalah SMAN 4 Kota Semarang dan SMAN 1 Ungaran Kabupaten Semarang. Meski sarana prasarana prokes telah diterapkan, namun justru perilaku sejumlah guru dinilai melanggar prokes.

Seperti di SMAN 4 Kota Semarang, Ganjar melihat para guru yang berkerumun di sampingnya. Mereka berdiri dengan jarak kurang dari satu meter. Ganjar pun mengingatkan mereka untuk memberikan contoh yang baik pada siswanya.

"Kalau sarpras dan SOP sudah bagus. Yang sulit adalah ketidakdisiplinan dan biasanya justru dari guru-gurunya. Contoh paling konkret, lihat ini gurunya berkerumun tidak ada satu meter jaraknya. Ini bagian dari kedisiplinan yang simpel tapi ini serius. Sayangnya teman-teman tidak ada yang aware dan tidak peduli," katanya.

Selain itu, ada juga guru yang kedapatan hanya mengenakan face shield tanpa mengenakan masker. Padahal, face shield tidak bisa menjadi pelindung masuknya virus Covid-19.

"Kalau konsep, ngomong itu mudah. Yang sulit adalah implementasinya. Maka saya selalu tekankan hal itu pada semua untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan ketika praktek di lapangan," tegasnya.

Ada juga temuan kecil saat Ganjar sidak ke SMAN 1 Ungaran. Saat ia masuk ke ruang kelas, tiba-tiba ada seorang guru yang memberikan handphone-nya ke siswa dan minta difotokan. Ganjar yang melihat hal itu langsung menegur guru tersebut.

"Iya tadi ada kejadian yang tidak disadari. Sepele memang, tapi itu bahaya. Saya masuk kelas ada guru yang minta foto ke siswanya dan menyerahkan HP ke siswanya itu. Pada saat guru ngasih HP ke siswa, ini kan perpindahan yang tidak boleh. Yang begini-begini ini bagian yang tidak disadari," tegasnya.

Ganjar menjelaskan, pentingnya uji coba pelaksanaan PTM. Sebab adaptasi kebiasaan baru ternyata cukup sulit untuk diterapkan.

"Inilah kenapa penting kita harus latihan dulu, harus uji coba dulu. Karena hal kecil semacam ini seringkali orang tidak sadar. Hal-hal kecil ini yang kita mau lihat agar kita mendapatkan satu modeling dari PTM di tengah pandemi dengan baik," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 140 sekolah jenjang SMP, SMA, SMK, dan MA di Jawa Tengah menggelar uji coba pembelajaran tatap muka serentak mulai hari ini. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta semua sekolah menerapkan SOP yang ketat dan mewajibkan mereka melaporkan kegiatan setiap hari sebagai bahan evaluasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini