Kapal Iran Dihantam Ranjau Limpet di Laut Merah, Israel Diduga Bertanggung Jawab

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 07 April 2021 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 18 2391035 kapal-iran-dihantam-ranjau-limpet-di-laut-merah-israel-diduga-bertanggung-jawab-KlVPEQINeO.jpg Foto: Twitter.

TEHERAN - Sebuah kapal Iran yang dituduh Israel dan Arab Saudi bertindak sebagai pangkalan pasukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah rusak, dilaporkan karena serangan ranjau, di perairan Laut Merah antara Yaman dan Eritrea. Israel diduga bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Al-Hadath TV, pada Selasa (6/4/2021) melaporkan serangan itu, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya. Kantor siaran pemerintah Arab Saudi itu menyebutnya “kemungkinan” operasi Israel di lepas pantai Eritrea.

BACA JUGA: Kapal Perusahaan Israel Dihantam Rudal di Laut Arab, Iran Diduga Bertanggung Jawab

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan namanya kemudian mengatakan kepada New York Times bahwa Tel Aviv berada di balik serangan itu, dan telah memberi tahu Washington tentang operasi itu pada Selasa pagi. Dia mengatakan Israel menjuluki serangan itu "pembalasan atas serangan Iran sebelumnya terhadap kapal-kapal Israel."

Kapal itu diidentifikasi sebagai Saviz, yang telah lama dituduh Israel dan Arab Saudi sebagai "pangkalan depan" untuk IRGC di daerah tersebut.

BACA JUGA: Rilis Video, Militer AS Klaim Iran Singkirkan Ranjau dari Tanker yang Diserang

Beberapa akun Israel menyebutkan "torpedo" yang merusak kapal. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengonfirmasi bahwa telah terjadi serangan, melaporkan bahwa "ranjau (limpet) yang ditempatkan di lambung kapal".

Saviz “telah ditempatkan di Laut Merah selama beberapa tahun terakhir untuk mendukung pasukan komando Iran yang dikirim untuk mengawal kapal komersial,” Tasnim melaporkan, mencatat bahwa Teheran resmi belum mengeluarkan pernyataan.

Menurut Institut Angkatan Laut AS, Saviz "hampir tidak bergerak" selama tiga tahun terakhir, dan dicurigai menyediakan pengawasan lalu lintas laut yang datang melalui Laut Merah. Ini adalah rute pengiriman utama dari Asia dan Timur Tengah ke Eropa, melalui Terusan Suez yang baru-baru ini diblokir oleh kapal kontainer yang terjebak Ever Given.

Banyak angkatan laut dunia mempertahankan keberadaannya di daerah tersebut, karena telah menjadi salah satu tempat perburuan favorit bagi para perompak yang beroperasi dari bagian Somalia yang dilanda anarki.

Insiden pada Selasa terjadi ketika diplomat Iran bertemu dengan utusan Rusia, China, Jerman, Prancis, dan Inggris di Wina untuk membahas nasib kesepakatan nuklir 2015. AS tidak hadir dalam pertemuan tersebut, meskipun pemerintahan Biden telah mengisyaratkan untuk bergabung kembali dengan kesepakatan yang secara sepihak ditolak oleh pemerintahan Trump pada 2018.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini