Polda Jambi Tutup Ribuan Sumur Minyak Ilegal

Azhari Sultan, Okezone · Rabu 07 April 2021 20:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 340 2391081 polda-jambi-tutup-ribuan-sumur-minyak-ilegal-rOi6nWVVA4.jpg Polisi tutup sumur minyak ilegal di Jambi. (Foto : Ist)

JAMBI - Polda Jambi merazia keberadaan ilegal drilling (sumur minyak tanpa izin) di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Dalam razia yang digelar selama 20 hari,petugas gabungan Polri, TNI dan pemerintah daerah berhasil menertibkan ribuan sumur ilegal.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Sigit Dany Setiyono saat dihubungi mengatakan, penertiban sumur ilegal di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari Jambi sudah sangat meresahkan warga.

Menurutnya, operasi illegal drilling ini tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tapi juga berkolaborasi dengan pemda, TNI, SKK Migas untuk mencari solusi permanen dan menyiapkan langkah mitigasi bagi masyarakat terdampak melalui penyiapan bantuan langsung maupun program padat karya.

"Proses penutupan sumur ini dilakukan dengan cara manual maupun bantuan alat berat," ucapnya, Rabu (7/4/2021).

Sedangkan pemotongan tiang canting, sambungnya, penutupan lubang sumur dan bak seller, diikuti perataan tanah yang bertujuan sebagai rehabilitasi awal bagi tanah di lokasi operasi.

Baca Juga : Kebakaran Kilang Minyak Balongan, Polisi Buat Laporan dengan Pasal Persangkaan

"Pengrusakan sumur minyak ilegal ini yang menjadi salah satu kunci supaya pelaku atau pemodal yang masih menggunakan lahan di Desa Bungku sebagai aktivitas ilegal drilling tidak lagi kembali dan tidak lagi memiliki daya tarik," tutur Sigit.

Di samping itu, tambahnya, dampak dari ilegal drilling ini sangat besar terhadap alam karena dapat menyebabkan tercemarnya air, tanah, udara dan kesehatan masyarakat.

"Lantaran itu, setelah menutup sumur minyak ilegal ini pihaknya akan melakukan rehabilitasi awal dengan cara meratakan tanahnya agar bisa rehabilitasi kembali terhadap alam dan hijau kembali," ujarnya.

Baca Juga : Anak di Bawah Umur Dijual dan Dijajakan di Apartemen, KPAI Bilang Begini

Dia juga mengakui, sebelum dilakukannya operasi ilegal drilling dilaksanakan simultan meliputi tahapan kegiatan preemtif (sosialisasi, edukasi), kegiatan preventif (patroli, penjagaan), kegiatan disruptif (penertiban sumur ilegal), penegakan hukum (penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku illegal drilling dari rantai bisnis produksi, revinery, transportir, dan end user, terutama pemodal).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini