Rektor IPB: 30% Generasi Milenial Tertarik Bisnis dan Industri Agro

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 07 April 2021 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 65 2390795 rektor-ipb-30-generasi-milenial-tertarik-bisnis-dan-industri-agro-npkuzbPhOC.jpg Kampus IPB Bogor. (Foto: Okezone/Dok)

JAKARTA - Rektor IPB Prof Arif Satria menyebut sekitar  30 % generasi milenial tertarik menjadi petani. Namun yang perlu diingat petani milenial di era industry 4.0 harus punya kemampuan literasi digital. Hal ini menjadi kunci untuk mampu beradaptasi di tengah perkembangan teknologi.

Literasi digital menjadi hal yang patut didiskusikan karena merupakan salah satu proses penting transformasi petani Indonesia yang sebagian besar belum mencapai pertanian 4.0.

Oleh karenanya, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menggelar kegiatan Pojok Literasi dengan tema utama “Jadi Petani Milenial di Era Digital? Kuy!”

Baca Juga: Antisipasi Corona, IPB Terapkan Belajar Jarak Jauh dan Tertutup untuk Publik

Rektor IPB University Prof Arif Satria dalam sambutannya menyebutkan literasi digital sangat penting agar petani muda mampu menguasai teknologi 4.0. Seperti kecerdasan buatan dan penggunaan drone untuk pertanian.

Poin terpenting dalam transformasi petani, katanya, yakni dengan membangun learning center di berbagai daerah sehingga menjadi pusat penyebaran inovasi. Hal tersebut akan menentukan bagaimana masyarakat petani beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Selain itu, perlu adanya sinergi kolaborasi triplehelix.

Demi mempersiapkan generasi petani baru, menurutnya, peran kampus menjadi signifikan sehingga petani milenial dapat berpotensi meningkatkan produktivitas dan kualitas produk pertanian. Di samping itu kita juga dapat menerapkan sociopreneurship dan technosociopreneur bagi pertanian di masa depan yang lebih bertahan di tengah persaingan global.

Baca Juga: 10 Prodi Terfavorit IPB University di SNMPTN

“Sekira 30 % generasi milenial tertarik dengan dunia bisnis dan industri argo sehingga harus didesain dengan sistematis. Salah satu program yang dikembangkan IPB University seperti CEO School diharap mampu mempersiapkan petani milenial yang kompeten,” katanya melalui siaran pers, Rabu (7/4/2021).

Asisten Direktur Pengembangan Karir dan Kewirausahaan, Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB University Handian Purwawangsa turut hadir untuk menyampaikan pengembangan One Village One CEO One Village One Innovation dalam rangka pembinaan petani muda dan desa sejahtera.

Dikatakannya, pengembangan program tersebut telah sesuai dengan visi IPB 2019-2045 yakni menjadi technosocio entrepreneurial university yang terdepan. CEO School tersebut lebih berfokus kepada mendorong wirausaha muda mengembangkan unit usaha di pedesaan maupun menjadi pendamping Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Adapun peserta yang dipilih yakni 10 orang yang telah melalui proses seleksi dengan masa program enam bulan hingga satu tahun. Luarannya, dapat menghasilkan petani milenial yang melakukan usaha tani pada umumnya maupun dapat bergabung pada aspek pemasaran dan pengolahannya saja.

Profesi petani smemiliki keunggulan tersendiri yakni adanya kebebasan sehingga sesuai dengan jiwa generasi muda. Contoh fasilitas yang disiapkan IPB University yakni fasilitas lahan, pendampingan, permodalan, teknologi dan informasi serta pasar yang semua dibentuk dalam suatu model terintegrasi dari hulu ke hilir.

Nantinya, unit usaha tani yang dikembangkan tersebut sudah dapat berjalan walaupun belum bisa masif. Berkaitan dengan ekosistem digital, IPB University mencoba untuk membangun ekosistem bisnis yang sesuai bagi calon petani muda. Sehingga tidak terbatas pada pelatihan dan pelepasan saja.

Misalnya dengan penggunaan big data, IPB University dapat memprediksikan jumlah supply dan kebutuhan lahan serta CEO yang dibutuhkan di suatu desa sehingga dapat memenuhi demand yang ada.

Program lain yakni One Village One Innovation juga turut dikembangkan untuk pengembangan produk olahan yang mudah diaplikasikan di lapangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini