Indonesia Mau Gelar PTM Saat 4 Negara Gagal, Kemendikbud: Persiapan Dirancang Lebih maksimal

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 08 April 2021 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 65 2391614 indonesia-mau-gelar-ptm-saat-4-negara-gagal-kemendikbud-persiapan-dirancang-lebih-maksimal-9uy2xnkY0M.jpeg Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta. (Foto: Okezone/Dok)

JAKARTA - Empat negara telah melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat masa pandemi Covid-19, yakni India, Malaysia, Belgia dan Inggris, namun terbilang gagal.

Terbilang gagal menjalankan PTM sebab munculnya potensi kasus penularan Covid-19 akibat longgarnya aturan protokol kesehatan di dalam kelas. Nah, lantas bagaimana dengan di Indonesia yang berencana melakukan PTM?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong terselenggaranya PTM. Belajar tatap muka tetap diselenggarakan dengan berjalannya vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Sudah Dibuka Sejak Januari, Mendikbud: 22% Sekolah Melakukan

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri menjelaskan, belajar tatap muka di Indonesia harus dilakukan. Meski, negara yang lebih maju dalam pengelolaan pendidikan dan penanganan pandemi terbilang gagal menyelenggarakan PTM.

"Kenapa Kemendikbud pede, kok berani-beraninya mengumumkan menginisasi tatap muka. Dengan kondisi pembelajaran kita saat ini, orang sering mengatakan Kemendikbud gagal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," kata Jumeri diskusi virtual, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: LTMPT Kasih Bocoran Suskes Menghadapi UTBK SBMPTN 2021

Artinya keberanian Kemendikbud dilandasi oleh penyelenggaran yang tidak maksimal. Menurut Jumeri, terjadi kesenjangan akses pendidikan selama pembelajaran jarak jauh yang telah berlangsung lebih dari satu tahun terakhir.

"Kita melihat kesenjangan sangat tinggi antara kelompok yang punya fasilitas dan tidak punya fasilitas terjadi jurang realita," terang dia.

Pihaknya tidak ingin terus pelajar terjebak dalam jurang kegagalan proses belajar mengajar. Pun berbagai persiapan pembelajaran di tengah kondisi pandemi telah dirancang agar lebih maksimal.

"Ada opsi mengambil jalan tengah (PJJ dan PTM). Masing-masing daerah punya kepala sekolah, anak-anak punya masing-masing orang tua yang punya kesempatan untuk memilih (PJJ atau PTM)," jelasnya.

Pilihan yang tersedia itulah yang nantinya menjadi penentu terselenggaranya pendidikan. Orangtua dapat menganalisis kesiapan anak-anaknya untuk kesekolah. Guru dan orang tua diedukasi agar siap.

"Dan setelah vaksinasi, ada proses yang lebih baik dalam menyiapkan PTM," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini