Predator Anak Asal Prancis Divonis 8 Tahun Penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar Bali

Miftachul Chusna, Koran SI · Jum'at 09 April 2021 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 340 2391762 predator-anak-asal-prancis-divonis-8-tahun-penjara-oleh-pengadilan-negeri-denpasar-bali-JTOMSIe1aT.jpg WNA Prancis Emanuel Alain Pascal Mailet divonis 8 tahun penjara karena mencabuli anak- anak.(Foto:MPI)

DENPASAR - Emanuel Alain Pascal Mailet (53) predator anak asal Prancis divonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar, Bali pada Kamis (8/4/2021). Terdakwa duduk di kursi pesakitan dalam kasus kejahatan seksual anak alias pedofilia.

Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa, yaitu 12 tahun penjara. "Perbuatan terdakwa telah merusak masa depan anak," kata Ketua Majelis Hakim Heriyanti.

Dalam sidang virtual itu, hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur sebagaimana diatur dalam pasal 82 ayat 1 junto pasal 76 E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Baca Juga: 14 Bocah di Tangerang Jadi Korban Pedofil, Orangtua Syok hingga Kemarahan Kak Seto

Terdakwa juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp100 juta. "Dengan ketentuan jika tidak dibayar, maka hukuman terdakwa ditambah tiga bulan," kata Heriyanti.

Emanuel ditangkap di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Oktober 2020. Dia dilaporkan ke polisi karena mencabuli anak berusia 10 tahun yang juga warga negara Prancis.

Baca Juga: Pedofil Pelaku Pencabulan Anak di Filipina, Indonesia dan Singapura Dihukum 35 Tahun

Terdakwa dan ayah korban sebenarnya merupakan teman baik dan rekanan bisnis. Awal Oktober 2020, korban dan orang tuanya berkunjung ke waterpark di Jalan Pelabuhan Benoa Denpasar

Terdakwa ketika itu turut serta. Usai bermain, korban menuju kamar ganti. Tidak lama kemudian, terdakwa mengikuti. Ayah korban yang curiga lalu membuntuti. Dan benar, ayah korban memergoki anaknya sedang dicabuli pelaku.

Menanggapi vonis hakim, terdakwa melalui pengacaranya menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding. Hakim memberikan waktu selama tujuh hari kepada terdakwa untuk memutuskan.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini