Peluru KKB Tembus Rusuk Kanan dan Perut Guru SD, Kapolda Papua: Tim Akan Dikirim ke Ilaga Buru Pelaku

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 09 April 2021 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 340 2391940 peluru-kkb-tembus-rusuk-kanan-dan-perut-guru-sd-kapolda-papua-tim-akan-dikirim-ke-ilaga-buru-pelaku-UXNtJIYQki.jpg Oktavianus Rayo (43) guru SD tewas ditembak KKB.(Ist)Foto:

PAPUA - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, dalam waktu cepat pihaknya akan menyusun perkuatan yang nantinya dikirim ke Ilaga Puncak untuk melakukan penindakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembak mati Oktovianus Rayo (43) yang berprofesi sebagai guru SD di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

“Kami akan melakukan langkah-langkah penindakan untuk penegakan hukum kepada para pelaku,” tegasnya.

Oktovianus Rayo tewas setelah ditembak oleh KKB kelompok Sabinus Walker di bagian rusuk kanan dan perut sebelah kanan di kios miliknya, Kamis (8/4/2021) pukul 09.30 WIT. 

Baca Juga: TNI-Polri Buru KKB Usai Tembak Guru & Bakar Sekolah di Puncak Jaya Papua

“Korban ditembak dengan senjata pendek saat berada dikios miliknya dan meninggal dengan dua tembakan dibagian rusuk kanan dan perut. Pelaku penembakan adalah kelompok dari Sabinus Waker,” jelasnya.

Saat penembakan itu, beberapa rekan korban ada di lokasi kejadian dan karena ketakutan kemudian melarikan diri ke dalam hutan untuk berlindung. “Namun pada akhirnya berhasil ditemukan oleh warga dengan selamat, meski dalam keadaan trauma,” ucap Kapolda.

Baca Juga: Warga Pegunungan Papua Deklarasi Tolak Kekerasan yang Dilakukan KKB

Lebih lanjut Kapolda menerangkan, belum diketahui motif penembakan oleh Sabinus waker dan kelompoknya tersebut, namun dari informasi yang diperoleh keberadaan Sabinus Waker di Puncak Ilaga atas undangan dari Lekagek Telenggen.

“Belum tahu pasti, yang jelas, Sabinus datang kesana atas undangan Lekage terkait dengan penyelesaian perang suku di Puncak,” ujarnya.

Kapolda juga mengatakan bahwa pembunuhan ini merupakan aksi biadab, lantaran korban merupakan pejuang kemanusiaan yang bertanggung jawab untuk mendidik anak bangsa.

“Seharusnya tenaga pendidikan dan kesehatan harus dilindungi, karena mereka adalah ujung tombak untuk membangun generasi penerus bangsa ke depan khususnya anak-anak Papua,” katanya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini