Pria Ini Siksa Anak Kandung, Lalu Direkam dan Dikirim ke Mantan Istri Agar Mau Diajak Rujuk

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Jum'at 09 April 2021 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 525 2391887 pria-ini-siksa-anak-kandung-lalu-direkam-dan-dikirim-ke-mantan-istri-agar-mau-diajak-rujuk-I82Z2eBeas.jpg Ilustrasi

BANDUNG - Berdalih ingin rujuk dengan mantan istrinya yang sudah menikah lagi, seorang pria berinisial DJ (44) nekat menyiksa anak kandungnya sendiri yang masih balita.

Sebelum disiksa, korban yang baru berusia tiga tahun itu dijemput oleh pelaku dari ibunya yang juga mantan istrinya dengan alasan akan diajak bermain. Alih-alih mengajak bermain, pelaku justru membawa kabur balita tersebut selama 17 hari.

Saat korban bersama pelaku, ibu korban menerimanya kabar jika korban mengalami penyiksaan. Selain diinjak-injak dan dipukul hingga menangis, korban juga sempat di simpan di tengah rel kereta api oleh pelaku.

Ironisnya, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir itu mengabadikan momen-momen penyiksaan yang dilakukannya. Selain direkam melalui video, pelaku juga memfoto korban yang disiksanya. Video dan foto tersebut kemudian dikirimkan kepada mantan istrinya.

Ibu korban yang khawatir dengan kondisi korban kemudian melaporkan kejadian penganiayaan tersebut kepada polisi. Tak butuh lama, polisi pun akhirnya berhasil membekuk pelaku dan menyelamatkan korban dalam kondisi yang masih sehat.

"Dalam video yang kita terima, dia (balita) disiksa, diinjak-injak, dipukuli sampai menangis. Memang sengaja dibuat menangis dengan harapan ibunya menjadi iba dan menerima kembali mantan suaminya, padahal mantan istrinya itu sudah menikah lagi dengan yang lain," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang di Mapolrestabes Bandung, Jumat (9/4/2021).

Menurut Adanan, berdasarkan pengakuan pelaku, DJ mengaku tak berniat melakukan penyiksaan kepada anak kandungnya itu. Namun, pelaku menganiaya anaknya agar mantan istrinya merasa iba dan mau rujuk kembali dengan pelaku.

Menurut Adanan, pelaku termasuk lelaki yang ringan tangan. Pasalnya, aksi kekerasan kerap kali dilakukan pelaku. Tidak hanya kepada korban, pelaku juga kerap melakukan kekerasan kepada mantan istrinya saat berkeluarga dengan pelaku.

"Hasil visumnya menyatakan memang ada kekerasan fisik, ada trauma psikis dari korban ya, masih dipantau oleh tim psikologi oleh Polda Jabar dan Dinas Sosial," imbuhnya.

Atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 80 jo Pasal 76 C Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

"Ancamannya di atas lima tahun, dan karena pelakunya orang tua kandung, ancaman hukumannya diperberat sepertiga," kata Adanan.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini