Cegah Learning Loss, Tanah Tidung Malah Sukses Partisipasi Belajar 98%

Vitrianda Hilba Siregar, · Jum'at 09 April 2021 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 65 2392226 cegah-learning-loss-tanah-tidung-malah-sukses-partisipasi-belajar-98-Xg5RTuHxQ1.jpg Forum Temu Inovasi digelar Kemendikbud secara virtual. (Foto: Kemendikbud)

JAKARTA - Walau berada di pedalaman Kalimantan Utara, namun partisipasi belajar di Kabupaten Tana Tidung selama pandemi Covid -19 mencapai 98%.

Keberhasilan ini dipaparkan Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali dalam dalam forum Temu INOVASI yang digelar secara virtual oleh Badan Penelitian, dan Pengembangan, dan Perbukuan (Balitbangkuk) Kemendikbud, Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Dalam acara yang digelar untuk memperingati satu tahun penutupan sekolah itu, Bupati Ibrahim berbicara tentang strategi mengantisipasi learning loss.

Bupati Ibrahim mengatakan, satu tahun penutupan sekolah telah berdampak pada menurunnya kemampuan belajar siswa (learning loss). Jika tidak direspons segera, learning loss ini akan membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar di masa depan.

Baca Juga: Dilema Pendidikan Tatap Muka vs Jarak Jauh, Bagaimana Solusinya?

”Masa depan anak-anak kita saat ini, sangat tergantung kepada seberapa serius kita mengantisipasi learning loss,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Ibrahim mengatakan, Tana Tidung sudah merancang 5 strategi untuk mengantisipasi learning loss. Kelima strategi itu meliputi penggunaan bahan ajar bermakna dan kontekstual, pendampingan belajar, budaya baca, monitoring dan evaluasi, serta pembukaan sekolah. “Kelima strategi inilah yang membuat partisipasi belajar di Tana Tidung pada Desember 2020 mencapai 98 persen,” tambahnya.

Implementasi kelima strategi ini dimulai dari penyediaan bahan ajar. Tana Tidung menggunakan kurikulum khusus untuk memberikan pengalaman belajar bermakna. Kompetensi yang ada di dalam kurikulum dan modul belajar Kemdikbud dimodifikasi ke dalam lembar aktivitas siswa. Proses modifikasi dilakukan melalui pelatihan berbasis KKG dan MGMP.

Baca Juga: Indonesia Mau Gelar PTM Saat 4 Negara Gagal, Kemendikbud: Persiapan Dirancang Lebih maksimal

Selain itu Tana Tidung juga membuat kebijakan guru kunjung. Secara terjadwal guru mengunjungi rumah siswa untuk mengantarkan lembar aktivitas siswa (LAS) dan melakukan pembimbingan belajar.

Kunjungan belajar dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kebijakan ini diambil karena tidak semua siswa bisa belajar secara online. Hanya 11 persen siswa yang bisa belajar menggunakan modal belajar video conference.

Pengembangan budaya baca selama pandemi dilakukan melalui kegiatan membaca yang menyenangkan. Sekolah diwajibkan meminjamkan buku cerita kepada siswa.

"Peminjaman buku ini membuat siswa tertarik membaca lebih banyak buku dan senang berada di rumah. Jika anak belum bisa membaca, maka orang tua yang dilatih untuk membacakan buku cerita," bebernya.

Upaya lain yang dilakukan Tana Tidung untuk mengantisipasi learning loss, adalah secara perlahan membuka sekolah kembali. Uji coba pembukaan telah berlangsung sejak Oktober 2020 melalui pilot project di dua SMP. Pengalaman dari pilot pembelajaran tatap muka (PTM) di dua SMP ini, kemudian digunakan untuk membuka lebih banyak sekolah lagi. Rencana ke depan, Tana Tidung akan fokus untuk melakukan pemulihan kemampuan belajar.

Sementara itu tokoh pendidikan nasional dalam dialog itu Najelaa Shihab mengatakan, proses belajar di Tana Tidung menggunakan kurikulum khusus (kurikulum darurat) selama masa pandemi.

Dengan begitu mampu mengurangi beban mengajar guru, penggunaan kurikulum khusus membuat siswa bisa fokus mempelajari kompetensi esensial. Kompetensi inilah yang dibutuhkan anak untuk bisa belajar pada level pendidikan selanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini