Upaya Antisipatif Hindari Dampak Cuaca Ekstrem Siklon Tropis

Tim Okezone, Okezone · Minggu 11 April 2021 00:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 340 2392660 upaya-antisipatif-hindari-dampak-cuaca-ekstrem-siklon-tropis-S2YVjYei2P.jpg Kepala BNPB Doni Monardo.(Foto:BNPB)

KUPANG - Badai Siklon Tropis Seroja menyebabkan sejumlah kawasan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami cuaca ekstrem seperti angin kencang, banjir bandang, dan gelombang pasang.

Perlu adanya upaya langkah antisipatif untuk mengurangi dampak dari cuaca ekstrem. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo menyampaikan beberapa tindakan langkah antisipatif pada kesempatan rapat koordinasi penanganan penanggulangan bencana di Posko Kantor Gubernur, Kupang, NTT, Sabtu (10/4/2021).

Baca Juga: Update Korban Bencana Banjir dan Longsor Kabupaten Alor NTT, 27 Meninggal, 16 Hilang dan 25 Luka-luka

Tidak sedikit warga yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor dikarenakan tinggal di kaki bukit. Daerah aliran sungai juga terkadang dijadikan pemukiman bagi warga. Hal ini berdampak pada penyumbatan aliran sungai, dengan begitu akan membentuk tanggul alami dan berpotensi menyebabkan banjir bandang.

Baca Juga: 6 Ekor Anjing Pelacak Dikerahkan Cari Korban Bencana di Flores Timur

"Pemerintah daerah diimbau untuk membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) menjelang masuk musim penghujan. Bagi warga yang tinggal di perbukitan dengan tingkat kemiringan 30 derajat, maka harus ekstra waspada. Apabila memungkinkan, lakukan evakuasi dini demi menyelamatkan jiwa masyarakat," ujar Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI (H.C) Doni Monardo.

Selain itu, pemeriksaan terhadap daerah aliran sungai juga perlu dilakukan. Material yang menyebabkan penyumbatan harus segera dibersihkan. Diharapkan keterlibatan pihak lain untuk membangun sinergitas yang berkesinambungan.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini