Warga Malang Masih Trauma Tidur Dalam Rumah Pasca-Gempa

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 11 April 2021 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 519 2392912 warga-malang-masih-trauma-tidur-dalam-rumah-pasca-gempa-oNohykQ0RH.jpg Dampak gempa di Malang. (Foto: Okezone.com/Avirista M)

MALANG - Kecamatan Ampelgading menjadi lokasi terdampak gempa paling parah di Kabupaten Malang. Tercatat dari data yang masuk hingga Minggu (11/4/2021) sore dari BPBD Malang, terdapat 1.225 unit rumah rusak. 

Dari jumlah tersebut, 335 rumah mengalami rusak berat, 437 rusak sedang dan 483 rusak ringan. Korban meninggal dunia ada tiga orang, masing-masing dari Desa Sidorenggo, Desa Wirotaman dan Desa Tamansari.

Camat Ampelgading Achmad Sovie mengatakan, kerusakan terparah di wilayahnya terjadi di Desa Wirotaman. Dari data yang masuk tercatat ada 117 rumah rusak berat, 119 rusak sedang, dan 103 rusak ringan. Sementara untuk desa-desa lain di wilayah Kecamatan Ampelgading juga mengalami kerusakan, tetapi dengan tingkat yang lebih sedikit ketimbang Desa Wirotaman.

"Mulai hari ini sudah ada kerja bakti pembersihan puing kerusakan serta sudah ada bantuan logistik dari Tagana," ujarnya, Minggu (11/4/2021), ditemui di lokasi gempa.

Lebih jauh, Sovie menambahkan bahwa pasca gempa Sabtu lalu, masyarakat masih mengalami trauma dan ketakutan. Sebagian warga memilih mendirikan tenda di dekat rumah mereka sampai memastikan situasi aman terkendali, terlebih pada Minggu (11/4/2021) pagi sempat terjadi gempa susulan, meskipun dengan kekuatan yang lebih rendah dari sebelumnya.

Baca juga: Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp1 Miliar untuk Dapur Lapangan Gempa Jatim

"Sementara juga kami buatkan tenda. Masyarakat masih trauma jika tinggal di rumah. Untuk korban meninggal kemarin sudah dimakamkan," ujarnya.

Sebagai antisipasi, pihaknya juga menyiapkan setiap balai desa sebagai tempat pengungsian. Seperti di Desa Wirotaman yang terdampak paling parah, saat ini sudah dibuatkan posko pengungsian di Balai Desa Wirotaman.

"Sudah kami siapkan semua untuk titik-titik pengungsian. Paling parah di Wirotaman sudah disiapkan di balai desa, dan beberapa tempat lainnya," sambungnya.

Baca juga: Gempa Jatim, Jokowi: Cari Korban Tertimpa Reruntuhan, Rawat yang Luka

Terpisah, salah satu korban gempa bernama Edi Sungkowo mengaku masih trauma berada di dalam rumah. Hal ini menyebabkan ia dan enam anggota keluarga lainnya memilih tidur di halaman rumah, dengan bermodalkan tenda dan terpal dari bantuan.

"Untuk saat ini masih ada trauma khawatir kalau ada susulan. Jelas untuk sementara ini tinggal di dalam rumah masih trauma," ucap Edi, warga Dusun Wirotaman RT 2 RW 1 Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading.

Korban lainnya, Warsono juga mengungkapkan rasa traumanya usai merasakan empat kali guncangan gempa.

"Masih trauma kalau di dalam rumah. Apalagi tadi pagi kan kerasa gempa lagi. Kalau tidur di halaman agak jauh dari rumah pakai terpal, jadi kalau ada apa - apa bisa selamat," papar Warsono, warga RT 11 RW 3 Dusun Sukodadi, Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading.

Tampan Warsono dan istrinya tinggal di halaman belakang rumahnya. Ia tinggal bersama dengan beberapa tetangganya yang juga terdampak gempa. Meski tetangganya tak mengalami kerusakan parah, namun mereka juga masih tampak enggan tidur di dalam rumah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini